Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 03:12 WIB
Kecelakaan Pesawat
Anak Kapten Agus: Biasanya Bapak "Nunggu" Ibu Shalat...
Penulis : Robertus Bellarminus | Jumat, 22 Juni 2012 | 11:44 WIB
|
Share:
Anak Kapten Agus: Biasanya Bapak "Nunggu" Ibu Shalat... ROBERTUS BELARMINUS Keluarga almarhum Kapten Teknisi Agus Supriyadi menitikan air mata sambil menaburkan bunga di tempat peristirahatan terakhir almarhum Agus, salah satu korban kecelakaan Fokker 27, yang jatuh di kompleks perumahan Rajawali TNI AU, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com — Musibah kecelakaan pesawat yang terjadi di dekat persawahan, kompleks Perumahan Rajawali TNI AU di Jalan Rajawali Bonjangan 1, RT 03 RW 10, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menjadi duka yang memilukan bagi para keluarga korban pesawat naas itu.

Di Taman Makam Pahlawan Kalibata, keluarga Kapten Teknisi Agus Supriyadi, yang gugur dalam kecelakaan pesawat Fokker 27 itu, mengikuti prosesi pemakaman almarhum Agus di peristirahatan terakhirnya. Kompas.com menemui anak kedua dari almarhum Agus, Saputra Dery Apriya (19).

"Bapak berangkat pukul empat pagi. Biasanya nunggu Ibu shalat, tapi ini langsung berangkat. Biasanya pamit sama Ibu, tapi ini nggak pamit sama Ibu. Tapi sebelum terbang, pamit sama saya terus sempat juga SMS sama saya," ujar Dery.

Dia juga menuturkan bahwa sang ayah sempat mengiriminya SMS untuk menanyakan apakah dirinya sedang mengikuti tes di Halim. "'Dek, tes psikologinya sudah selesai belum?' Terus sempat SMS lagi, 'Dek Bapak (terbang) training dulu'," kata Dery, membacakan SMS yang dikirim ayahnya beberapa saat sebelum kecelakaan.

Dery kemudian menceritakan, dia mendapat info mengenai musibah itu dari Ibunya bahwa ada pesawat Fokker jatuh. Ketika itu Dery sedang melakukan training di Halim, untuk tes masuk Akademi Angkatan Udara. Mendengar itu, Dery langsung bergegas izin menuju rumah sakit.

Saat ditanya mengapa mau menjadi penerbang, ia yang ditemui seusai mengikuti prosesi pemakaman berujar singkat. "Saya mau jadi penerbang juga. Saya mau lanjutin Bapak," ujarnya.

Editor :
Hertanto Soebijoto