Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 20 Mei 2013 | 00:00 WIB
Benda Asing Itu Patahan Besi dari Pabrik Baja
Penulis : Ali Sobri | Jumat, 22 Juni 2012 | 11:57 WIB
|
Share:

Benda Asing Itu Patahan Besi dari Pabrik Baja
KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO
Seorang petugas memeriksa benda yang jatuh menimpa mes karyawan di Dusun Nagrek, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (21/6). Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, setelah memeriksa lokasi, memastikan benda tersebut bukan meteor ataupun sampah antariksa.

TERKAIT:

TANGERANG, KOMPAS.com — Berdasarkan hasil pemeriksaan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), benda asing yang jatuh di Nagrek, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (21/6/2012), merupakan patahan besi baja. Patahan tersebut diduga berasal dari PT Mandiri Union Sejati, perusahaan pabrik baja yang letaknya tidak jauh dari lokasi jatuhnya benda tersebut.

Penegasan bahwa benda itu merupakan besi juga diungkapkan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Bapeten menyatakan bahwa tidak terdapat pancaran radiasi di sekitar lokasi.

Setelah mendapat kepastian benda tersebut bukan bagian dari meteorit, pihak kepolisan setempat kini ikut menyelidiki peristiwa yang sempat menghebohkan warga itu. Kepala Polsek Balaraja Ajun Komisaris D Perwira mengatakan, besi tersebut merupakan bagian dari turbin di PT Mandiri Union Sejati. Pabrik baja ini berjarak satu kilometer dari lokasi jatuhnya benda tersebut.

Pada waktu yang bersamaan, ada laporan bahwa mesin turbin di pabrik baja tersebut sedang mengalami kerusakan. "Ada mesin yang patah dan terlempar dari pabrik baja yang waktu kejadiannya sinkron dengan peristiwa tersebut. Dugaan kami, besi itu berasal dari sana (PT Mandiri Union Sejati)," katanya kepada Kompas.com, Jumat pagi.

"Sampai kini masih kami kembangkan kasusnya karena belum ada lagi kepastian dari pihak pabrik tersebut," tambahnya.

Patahan besi tersebut dilaporkan jatuh dari udara pada Kamis kemarin sekitar pukul 05.00 WIB. Benda seberat 100 kilogram itu sempat tertanam sedalam satu meter, tetapi pihak kepolisian berhasil mengangkatnya dan memeriksanya lebih lanjut.

Editor :
Egidius Patnistik