Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Mei 2013 | 14:37 WIB
Inilah Modus Peredaran Narkoba di Jakarta
Penulis : Sabrina Asril | Jumat, 22 Juni 2012 | 19:16 WIB
|
Share:
Inilah Modus Peredaran Narkoba di Jakarta KOMPAS/LASTI KURNIA Puluhan kantong barang bukti berisi pil ekstasi diungkap pada gelar barang bukti narkoba di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta, Senin (28/5/2012). Pil ekstasi yang setelah dihitung mencapai jumlah 1.412.476 butir dengan berat total 3.784.358 gram tersebut ditemukan dari sebuah kontainer asal Shenzen, China, dengan tujuan Indonesia yang tiba pada 8 Mei 2012. Pada dokumen dicantumkan sebagai sebagai teh kualitas tertinggi dengan paket yang divakum untuk menghindari anjing pelacak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya pemberantasan narkoba di Jakarta terus dilakukan aparat penegak hukum seperti Polda Metro Jaya, Mabes Polri, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN). Namun, para bandar narkoba dan anak buahnya memiliki banyak akal untuk menyelundupkan narkoba ke kota.

Menurut Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, setidaknya ada tiga modus yang kerap dilakukan para pelaku dalam menyelundupkan narkoba. "Modus pertama dulu yang mereka lakukan adalah menyelipkan narkoba dalam jumlah kecil di dalam koper atau di perut," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nugroho Aji Wijayanto, Jumat (22/6/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Cara-cara itu, kata Nugroho, kini mulai terendus bea dan cukai, sehingga petugas kerap menggagalkan upaya penyelundupan itu. Sementara cara kedua adalah menyelundupkan narkoba dalam jumlah sedang. Untuk menyelundupkan narkoba dalam jumlah sedang, para pelaku biasanya menggunakan jalur laut.

"Mereka berhenti di pelabuhan-pelabuhan kecil di Jambi, Dumai, Lampung. Kemudian melalui jalur darat dibawa ke Jakarta," papar Nugroho.

Sementara modus ketiga adalah cara pelaku menyelundupkan narkoba dalam jumlah besar. Hal ini ditemukan Polda Metro Jaya yang menyita 351 kilogram sabu yang diselundupkan di Pelabuhan Tanjung Priok dan lolos pengecekan Bea dan Cukai.

"Modus ini terbilang baru dan kami masih dalami apakah ada keterlibatan petugas Bea Cukai. Sebanyak 16 saksi dari kepabeanan sudah kami periksa," kata Nugroho.

Untuk mengantisipasi masuknya narkoba ke Jakarta itu, kepolisian bekerja sama dengan Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melakukan pemeriksaan intensif di tiap pintu masuk Jakarta seperti bandara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok.

"Jika yang melalui laut, kami coba intensifkan pengawasan melalui polisi air," pungkas Nugroho.

Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo