Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 16:56 WIB
Foke: "Saya Bukan Orang Baru...."
Penulis : Riana Afifah | Minggu, 24 Juni 2012 | 11:46 WIB
|
Share:
Foke: "Saya Bukan Orang Baru...." KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Petahana Fauzi Bowo, sesuai dengan nomor urutnya, mendapat kesempatan pertama memaparkan visi dan misinya di hadapan anggota dewan dan para simpatisannya. Di tengah pemaparannya itu Foke mengaku yakin, bahwa dirinya dapat bekerja sama dengan DPRD DKI Jakarta untuk ke depannya.

Saya bukan orang baru di ruangan ini. Selama ini saya sudah bahu-membahu bersama DPRD untuk membangun Jakarta.
-- Fauzi Bowo

"Saya bukan orang baru di ruangan ini. Selama ini saya sudah bahu-membahu bersama DPRD untuk membangun Jakarta," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, saat memaparkan visi misi di Ruang Paripurna, DPRD DKI, Jakarta, Minggu (24/6/2012).

Ia mengungkapkan, visi-misi yang disampaikannya saat ini merupakan komitmen politik yang akan ditepati dan dijalankannya bersama pasangannya, Nachrowi Ramli.

"Saya tidak mau mengungkapkan janji-janji kosong. Ini adalah komitmen politik. Pelaksanaannya akan dipantau terus oleh warga Jakarta," tegas Foke.

Menurut Foke, sebagus apapun program kerja para calon gubernur dan wakil gubernur tidak akan terwujud, jika komunikasi pemimpin dan jajarannya tidak berjalan baik. Begitu pula komunikasi dengan warga, lanjut Foke, harus diutamakan agar program kerja yang diusung berjalan baik.

"Program yang baik dapat terwujud, jika aparaturnya konsisten menjalankannya. Itu dapat dilihat dari komunikasi pemimpin dan jajarannya terutama warga. Komunikasi itu bagai urat syaraf," jelas Foke.

"Ke depan faktor komunikasi dengan warga ini yang akan jadi perhatian dan keharusan yang melekat pada pemerintahan kami," imbuhnya.

Untuk itu, Foke juga mengaku yakin, program kerja yang meliputi peningkatan pelayanan publik, reformasi birokrasi dan revitalisasi infrastruktur akan berjalan baik dengan melibatkan masyarakat Jakarta.

"Rakyat dan nasib rakyat harus dihadirkan, semua harus didasarkan pada kepentingan rakyat. Pemerintah tidak boleh vakum dalam nilai kerakyatan. Inilah demokrasi dalam arti yang hakiki," ungkapnya.

"Saya sudah berkomitmen. Tapi, ini saja tidak cukup, diperlukan integritas yang tinggi dan kepemimpinan profesional dan teruji," tandasnya.

Editor :
Latief