KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ketua KPUD DKI Jakarta, Dahliah Umar, menunjukkan kepada wartawan surat suara yang akan digunakan dalam Pilkada DKI Jakarta di Kantor KPUD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (21/6/2012). Selain sebanyak jumlah pemilih, pencetakan surat suara ini ditambah 2,5 persen dari Daftar Pemilih Tetap untuk cadangan.
JAKARTA, KOMPAS.com — Debat kandidat gubernur DKI Jakarta yang berlangsung pada Minggu (24/6/2012) malam tadi terasa meriah. Puncaknya adalah saat masing-masing kandidat diperkenankan mengutarakan idenya dalam sesi terakhir. Bagai atraksi, tiap kandidat mengutarakan janji-janji, ide-ide, solusi, dan harapan berbeda untuk Jakarta ke depan.
"Menurut saya, forum tempat pemilihan cagub ini bukan forum yang pantas untuk menjanjikan sesuatu yang muluk muluk, apalagi mimpi belaka, saya yakin dan percaya masalah tidak diselesaikan dalam tiga tahun," ujar Fauzi Bowo sambil diiringi sorak-sorai pendukungnya.
Foke menegaskan, harapan publik Jakarta bukanlah harapan yang sederhana. Jadi pria berkumis tersebut juga mewanti-wanti, jangan sekali-kali menyederhanakan permasalahan di Kota Jakarta. "Jakarta memimpikan gubernur yang amanah dan tahu seluk-beluk Jakarta," lanjutnya.
Kandidat dengan nomor urut dua, Hendardji Soepandji, tak mau kalah. Sebagai pasangan independen, ia yakin mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta. Menggerakkan aktivitas kebudayaan, menurutnya, memberikan imbas besar bagi faktor ekonomi warga Jakarta.
"Membuat lapangan pekerjaan dari faktor formal dan informal. Oleh karena itu, dengan menambah lapangan pekerjaan, Jakarta tidak lagi kumuh berantakan dan miskin," tegasnya.
Joko Widodo menegaskan, Jakarta merupakan kiblat pembangunan negara Indonesia. Perubahan harus dimulai dari Jakarta dengan mengubah cita-cita besar menjadi kenyataan. "Jakarta baru harus menjadi keharusan, saya yakin seluruh warga Jakarta akan bersatu," tegasnya.
Bagi Hidayat Nurwahid, ia merasa percaya diri karena memiliki pengalaman manajemen saat menjadi Ketua MPR. Tak berlama-lama, ia kemudian lebih memilih memberikan pernyataan penutupnya dengan sebuah pantun. "Ikan sepat ikan gabus, nomor empat memang bagus. Ikan gabus ikan sepat, mau Jakarta bagus, pilih nomor empat," ujarnya.
Sementara bagi Faisal Basri, ia tetap setia terhadap tagline "Berdaya Bareng-Bareng". Ia berjanji untuk mengembalikan kedaulatan dan hak warga Jakarta. "Jakarta milik warga Jakarta, Jakarta ini bukan rumah untuk politisi, partai, milik birokrat, atau cukong-cukong jahat," tegasnya.
Kandidat terakhir adalah Alex Noerdin. Seperti biasa, kalimat-kalimat sindiran keluar dari mulut Gubernur Sumatera Selatan tersebut. Ia menegaskan, cagub-cawagub tidak boleh hanya janji.
"Lima tahun lalu ada yang mengumbar janji, tapi sampai sekarang belum ada yang tercapai," tegasnya. Oleh sebab itu, ia dan Nono Sampono memiliki visi mewujudkan Jakarta sebagai kota yang nyaman dan berkelanjutan. Ia melihat saat ini Jakarta adalah kota yang dicintai, tetapi tidak layak huni. Hal tersebutlah yang memotivasi dirinya menang dalam Pilkada DKI tahun ini.
