Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 17:43 WIB
SA Akhiri Hidup Setelah Bertengkar dengan Kakaknya
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Selasa, 26 Juni 2012 | 09:31 WIB
|
Share:
SA Akhiri Hidup Setelah Bertengkar dengan Kakaknya KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Jenazah Siti Anisa Ridho Salihatin (16), siswi kelas 1 SMK Pertiwi, Jakarta Timur, disemayamkan di rumahnya, Jalan Sidih RT 04 RW 07, Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur. Ia tewas dengan cara gantung diri di lantai dua rumahnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan SA (16) mengakhiri hidup diduga akibat terjadi pertengkaran dengan kakaknya. Siswi kelas 1 SMK itu nekat gantung diri di lantai dua rumahnya.

Menurut Irma (16), salah seorang temannya, sebelum SA, sapaan akrabnya, gantung diri, terjadi pertengkaran antara korban dengan sang kakak.

"Dia berantem sama abangnya. Jam 12.00 WIB lewat, abangnya ke rumah saya, nanya, Nisa kerumah nggak? Saya bilang nggak. Dia sudah muter-muter nyari Nisa," ujar Irma (16), kawan sepermainannya kepada Kompas.com, Senin (25/6/2012) malam.

Hal serupa diungkapkan oleh Dana (16), temannya yang lain. Meski berbeda jam masuk kelas, Dana mengetahui, SA biasa pulang sekolah sekitar pukul 11.00 WIB. SA merupakan siswi kelas 1 SMK Pertiwi, Kampung Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Katanya diomelin sama kakaknya, kok pulang sore terus," ujarnya.

Irma melanjutkan, anak keempat dari lima bersaudara tersebut baru tiba di rumah pukul 14.00 WIB. Ternyata, SA pergi ke SMP 257, bekas sekolahnya dahulu. Terjadilah pertengkaran antara kakak beradik tersebut hingga berujung tragis.

Sehari-hari, SA dikenal pendiam dan tertutup. Menurut kebiasaan sehari-hari, setiap pulang sekolah, Nisa tidur siang hingga sore hari dan makan. SA tergolong anak yang biasa saja dalam hal prestasi di sekolahnya.

"Tapi waktu SMP dia pernah dapet ranking, terus nilainya turun," kata Irma.

Sebelumnya diberitakan, SA (16), siswi kelas 1 SMK Pertiwi, Jakarta Timur, tewas dengan cara gantung diri di lantai dua rumahnya, Jalan Sidih RT 04 RW 07, Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kakak korban, Komarudin (22), adalah orang yang pertama kali menemukan korban di lantai dua rumah sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, ia ingin mengambil handuk dan mandi.

Komarudin terkejut melihat adik bungsunya dalam keadaan lemas tergantung.Dia kemudian meminta bantuan warga. Korban kemudian diturunkan dari kayu dengan melepaskan dasi dan gesper. Saat peristiwa itu terjadi, Suhar dan Jaroh, orangtua korban, tengah berdagang di depan Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Dibawa ke Rumah Sakit Al-Fauzan, tapi oleh pihak rumah sakit sudah dinyatakan tewas. Kami nggak mau otopsi, karena sudah rela, ini musibah," ujarnya.

Editor :
Hertanto Soebijoto