Sabtu, 18 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 18 Mei 2013 | 15:49 WIB
Warga Jalan Enggano Butuh Jembatan Penyeberangan
Penulis : Hidayatul Fajri | Selasa, 26 Juni 2012 | 11:04 WIB
|
Share:
Warga Jalan Enggano Butuh Jembatan Penyeberangan KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi : Pejalan kaki melewati lapak pedagang kaki lima di jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/11/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) agaknya menjadi sesuatu yang sangat diharapkan warga yang beraktivitas di sekitar Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di sepanjang jalan tersebut terdapat sejumlah ruko dan perkantoran, sehingga seringkali penghuninya menyeberang jalan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, di sepanjang jalan tersebut terdapat 44 pagar pembatas jalan yang hilang dan bolong. Keadaan tersebut dimanfaatkan pejalan kaki untuk menyeberang jalan melalui pagar yang bolong. Hal tersebut sangat berbahaya karena lokasi tersebut sering dilintasi truk kontainer.

Selain itu, pagar yang bolong tersebut sering digunakan pengendara motor untuk berputar arah sehingga membahayakan pejalan kaki. Keadaan diperparah dengan dua zebra cross yang hanya ada di sisi ujung lampu merah jalan sepanjang 1 kilometer tersebut.

Kamsari (65), warga Rawabadak Utara, mengaku khawatir saat menyeberang di jalan tersebut. "Terpaksa menyeberang jalan di pagar yang bolong biar cepat sampai ke tempat seberang. Daripada muter lagi jaraknya jauh," katanya, Senin (25/6/2012).

Ia berharap, pihak terkait membangun jembatan penyeberangan di jalan tersebut untuk membuat pejalan kaki nyaman. "Saya harap pihak instansi terkait dapat membuat JPO di sini, sehingga para pejalan kaki merasa aman dan nyaman saat menyeberang jalan," ujarnya.

Wali Kota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono mengatakan, tidak adanya JPO dan kerusakan pagar pembatas jalan disebabkan tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Ia mengatakan, pihaknya sudah melapor kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengatasi hal tersebut.

"Ini memang kewenangan Dinas Perhubungan, tapi kami sudah meminta untuk diperbaiki, karena itu merupakan jalan akses ke terminal dan stasiun," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, pihaknya akan mengkaji dan melakukan survei terlebih dahulu, apakah di lokasi tersebut dibutuhkan JPO atau tidak. Sebab menurutnya, jika dibangun namun tidak digunakan malah mubazir.

"Untuk pagar pembatas jalan yang hilang, akan kami perbaiki segera. Ini akan menjadi perhatian kami," kata Pristono.

Editor :
Hertanto Soebijoto