KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dari Partai Golkar, Alex Noerdin (kanan) dan Nono Sampono, melakukan kampanye di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (25/6/2012). Enam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta memasuki masa kampanye yang dimulai hingga 7 Juli.
JAKARTA, KOMPAS.com - Ucapan Alex Noerdin, salah satu calon Gubernur DKI Jakarta, tersirat menagih janji yang pernah diucapkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau Foke. Seperti diketahui, Foke pernah dikenal dengan tagline-nya "Jakarta Serahkan Pada Ahlinya" pada kampanye lima tahun lalu.
Saat itu, hal paling khusus, Foke berjanji akan mengatasi persoalan macet dan banjir yang kerap melanda Jakarta. Kesan demikian dituturkan Alex saat menghadiri acara pengobatan gratis yang diselenggarakan simpatisan dan relawannya, Selasa (26/6/2012) siang, di Jl H Buang No 10/ RT 5- RW 7, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
"Rasanya ada yang berjanji lima tahun lalu, serahkan pada ahlinya. Kami beresin, katanya. Ke mana saja selama ini?," kata Alex Noerdin, yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan.
Kendati demikian, menurut Alex, banyak warga Jakarta mengetahui kalau masalah di Jakarta, seperti kemacetan dan banjir tak kunjung terselesaikan. Begitu juga saat Alex bertanya kepada para warga Ulujami. Serentak warga pun menjawab, bahwa banjir masih mereka alami.
Alex Noerdin dan pasangannya sebagai cawagub, Nono Sampono, mengusung tagline "Tiga Tahun Bisa". Mereka mengklaim, tagline tersebut merupakan bentuk komitmen dan bukan sekadar janji. Mereka mengaku tak pernah bosan mengatakan siap mundur, terutama jika janji-janjinya tidak terlaksana paling lambat tiga tahun. Bahkan, mengenai keamanan di Jakarta, mereka menargetkan hanya satu tahun.
"Kami berikan jaminan, Jakarta tidak banjir lagi, tidak macet. Kalau tidak terlaksana, kami mundur. Malah ada yang sudah lima tahun tidak memenuhi janjinya, masih mau tambah (mencalonkan sebagai gubernur) lagi," tegas Alex.
Selain itu, Alex mengklaim, lontaran-lontaran kritiknya, yang ditujukan kepada cagub incumbent, yaitu Foke membuahkan hasil. Di bidang pendidikan misalnya, pendidikan gratis dua belas tahun yang tadinya ditargetkan pada 2013 oleh pemerintah DKI Jakarta, dimajukan menjadi bulan Juli 2012 setelah Pilkada DKI Jakarta.
"Kalau memang laki-laki, berlakukan sekarang (pendidikan gratis dua belas tahun), jangan 2013. Kenapa tidak dari awal, nyatanya kan bisa," kata Alex, seraya mengulang ucapannya.
"Abang Jampang, kumis melintang tersinggung," sindirnya.
Alex mengaku, hal itu sengaja ia lakukan agar seluruh warga DKI Jakarta bisa merasakan manfaatnya dari pemerintahan DKI Jakarta yang saat ini masih dipimpin Foke.

