KOMPAS IMAGES/MUNDRI WINANTO
Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi mensosialisasikan kartu sehat dan kartu pintar di hari pertama kampanye di Tanah Tinggi, Jakarta, Senin (25/6/2012). Dengan kartu sehat dan kartu pintar Jokowi menjanjikan pengobatan dan pendidikan gratis untuk warga Jakarta.
PULAU PRAMUKA, KOMPAS.com - Selain program kartu Jakarta Sehat dan kartu Jakarta Pintar, calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra yaitu Joko Widodo menjanjikan ada dana santunan kematian untuk warga sebesar Rp 2 juta
"Nanti ada dana kematian. Kalau ada yang mendapat musibah, keluarganya ada yang meninggal dunia, akan mendapat santunan Rp 2 juta per orang," kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Rabu (27/6/2012).
Dia mengungkapkan, santunan kematian yang dikatakannya ini bukan sekadar janji saja. Program santunan kematian ini sebelumnya sudah dilaksanakan di Solo selama tujuh tahun berturut-turut. "Saya tidak janji lagi lah. Apa yang saya katakan, sudah dilaksanakan tujuh tahun di daerah," ungkap Jokowi.
Pemberian santunan kematian ini dianggap perlu. Mengingat selama ini, musibah kematian bukan hal yang murah. Bayangkan saja untuk biaya bedah bumi dan pemakaman biasanya diperlukan biaya yang tidak sedikit.
"Untuk biaya pemakamannya saja bisa jutaan. Keluhan dari warga selalu sama," ujarnya.
Kendati demikian, Jokowi berencana untuk mengalokasikan santunan kematian sebesar Rp 3.000.000 untuk Kepulauan Seribu dan Rp 2 juta untuk lima wilayah Jakarta. "Tadi kan dengar sendiri, warga di Kepulauan Seribu biaya pemakamannya saja Rp 2 juta jadi akan ditambah jadi Rp 3 juta," kata Jokowi.
