KOMPAS.com/RIANA AFIFAH
Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, berfoto bersama para ibu di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Rabu (27/6/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com - Program andalan dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, adalah kartu Jakarta Sehat dan kartu Jakarta Pintar yang selalu didengungkan di setiap kampanye mereka. Kali ini, para ibu di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, bersorak gembira saat diberi penjelasan mengenai kartu Jakarta Pintar.
Joko Widodo atau kerap disapa Jokowi mengatakan bahwa, dengan kartu Jakarta Pintar ini, anak-anak dapat memperoleh pendidikan yang layak hingga jenjang sekolah menengah atas tanpa dipungut biaya, khususnya bagi warga yang tidak mampu. "Jadi dengan kartu Jakarta Pintar yang platinum ini, untuk seragam, sepatu, dan buku juga akan diberikan," kata Jokowi di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Rabu (27/6/2012).
Penjelasan pria yang dikenal dengan ciri khas kemeja kotak-kotaknya ini langsung disambut tepuk tangan dari ibu-ibu yang mendengarnya. Mengingat keberadaan kartu Jakarta Pintar ini dapat membuat anak-anak mereka menuntut ilmu hingga jenjang yang tinggi. "Ini untuk semua sekolah. Mau swasta mau negeri bisa pakai kartu ini. Jadi jangan khawatir," kata Jokowi.
Kendati demikian, para ibu di Pulau Harapan masih menyimpan keraguan pada program yang diusung oleh Jokowi. Karena penasaran, mereka pun menyampaikan berbagai macam pertanyaan mengenai cara memperoleh layanan kartu Jakarta Pintar kepada sosok penyuka musik cadas tersebut.
"Pasti akan diwujudkan kartu ini dan ini sudah dilakukan kok. Tapi kalau mau beneran jadi, ya dengan catatan kalau 11 Juli pilih nomor 3 ya," ujar Jokowi dan disambut acungan tiga jari lambang metal oleh ibu-ibu.
Jokowi sudah menerapkan sistem kartu pintar untuk pelajar di Solo. Meski masih banyak yang harus disempurnakan, dengan adanya kartu tersebut para siswa kurang mampu mendapat kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya.
