Banyak Warga Sakit, Jokowi Tergerak Perbaiki Sistem Kesehatan
- Penulis :
- Riana Afifah
- Rabu, 27 Juni 2012 | 19:45 WIB
PULAU KELAPA, KOMPAS.com - Saat berkeliling di Kepulauan Seribu, calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra yaitu Joko Widodo tidak sengaja bertemu dengan seorang anak kecil yang karena kurang penanganan kesehatan menjadi kehilangan kemampuan berjalan dan berbicara.
Dalam gendongan ibunya, Erwin (9), tak berhenti menyunggingkan senyum saat Joko Widodo mendekatinya dan berbicara dengan ibunya. Kaki Erwin kecil seperti terkena polio, dan tangan kanannya tak bisa berfungsi dengan baik.
"Dia memang nggak bisa jalan dan nggak bisa ngomong, pak. Tapi dia ngerti kalau ada orang yang ngajak bicara," ujar Sariah, ibu Erwin, di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Rabu (27/6/2012).
Sariah yang merupakan warga RT 005 RW 004, Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu menuturkan awal mula putranya kehilangan kemampuan berjalannya. Saat itu, putra semata wayangnya terserang demam tinggi hingga kejang dan kemudian dibawa ke rumah sakit.
"Awalnya kejang gara-gara sakit panas. Terus dibawa ke rumah sakit. Di sana disuntik kakinya. Eh lama-lama jadi seperti ini (mengecil) dan nggak bisa jalan," ungkap Sariah.
Kejadian tersebut sudah berlangsung sejak delapan tahun lalu. Setelah itu, Sariah sempat membawa putranya untuk berobat ke Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. Dokter mendiagnosis ada gangguan syaraf pada kaki buah hatinya tapi bisa disembuhkan.
"Saya sih mau dia sembuh. Tapi pulang balik Jakarta, biayanya besar. Walaupun dapat jaminan kesehatan tetap berat," tutur Sariah.
"Tapi tiap bulan, kami dapat bantuan dari pemerintah Rp 300.000. Yah memang tidak menutup tapi kami berterima kasih," pungkasnya.
Melihat hal ini, Jokowi tergerak untuk memperbaiki sistem kesehatan di Jakarta yang memang belum merata khususnya untuk warga kelas menengah bawah yang justru kerap menderita penyakit dan gizi buruk.
Pilkada DKI 2012 - Berita