Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 20 Mei 2013 | 06:55 WIB
Turun Ke Masyarakat, Jokowi Tak Mau Ada Politik Uang
Penulis : Riana Afifah | Rabu, 27 Juni 2012 | 20:12 WIB
|
Share:
Turun Ke Masyarakat, Jokowi Tak Mau Ada Politik Uang KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Joko Widodo

PULAU KELAPA, KOMPAS.com - Saat tengah melakukan sosialisasi di tengah warga kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, ibu-ibu yang hadir sempat menodong calon gubernur DKI Jakarta yaitu Joko Widodo untuk memberikan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang. Pria yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Surakarta ini pun tersenyum dan menjelaskan kepada mereka, bahwa dirinya tidak akan memberikan hal-hal semacam itu karena sama saja dengan melakukan money politic atau politik uang.

"Itu sama saja money politic, bu. Sekarang saya jelaskan saja program saya. Saya nggak mau janji-janji," kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Rabu (27/6/2012).

Hal yang serupa juga dilakukan oleh pasangannya yaitu Basuki Tjahaja Purnama yang juga tidak pernah membagikan sembako atau uang pada para warga. Menurutnya, hal semacam itu tidak memberikan pendidikan politik yang baik bagi warga.

"Saya nggak pernah mau kalau harus bagi-bagi sembako. Intinya bukan itu. Warga Jakarta ini cerdas," ungkap Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama.

Ia mengaku memang tidak mudah untuk membiasakan warga dengan hal ini. Namun ia yakin bahwa warga Jakarta cerdas dan mampu menjadi contoh untuk daerah lainnya. "Itu dia, saya lebih pilih kasih kartu nama. Karena kalau benar terpilih, jika ada keluhan bisa langsung hubungi nomor yang ada itu," ungkapnya.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, keenam calon gubernur dan wakil gubernur peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta ini memang dilarang melakukan politik uang dan kampanye gelap saat melakukan sosialisasi di hadapan masyarakat.

Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo