Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 18:21 WIB
Jokowi: Ormas Tidak Perlu Dibubarkan
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Kamis, 28 Juni 2012 | 12:45 WIB
|
Share:
Jokowi: Ormas Tidak Perlu Dibubarkan KOMPAS IMAGES/MUNDRI WINANTO Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi mensosialisasikan kartu sehat dan kartu pintar di hari pertama kampanye di Tanah Tinggi, Jakarta, Senin (25/6/2012). Dengan kartu sehat dan kartu pintar Jokowi menjanjikan pengobatan dan pendidikan gratis untuk warga Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi, menilai bentrokan organisasi masyarakat (ormas) yang belakangan terjadi di Jakarta disebabkan kurangnya komunikasi pemimpin dan warganya.

Jokowi mengatakan, jika pemimpin mampu melakukan intervensi sosial, maka ormas yang kerap rusuh tidak perlu dibubarkan.

"Pendekatan kesejahteraan itu kuncinya. Enggak ada yang lain. Nanti bubar sendiri-sendiri kalau sudah sejahtera. Enggak ada jurus yang lain," ujarnya dalam kampanye di RW 08, Kampung Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (27/6/2012).

Ia mengungkapkan, intervensi sosial yang dilakukan pemimpin adalah melakukan pendekatan dengan ormas-ormas yang kerap rusuh. Komunikasi yang disampaikan adalah ide berupa visi kota yang memberikan solusi bagi permasalahan warga.

Jokowi melanjutkan, permasalahan inti dari bentrokan yang kerap terjadi bukan karena kepentingan politik, melainkan karena tingkat kesejahteraan yang masih kurang.

"Ada yang masih nganggur, income-nya kurang, memanaskan pikiran dan emosi," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi saling serang terjadi antar-ormas di sejumlah daerah di Jakarta. Hingga hari ini, petugas mengamankan tiga anggota dari salah satu kelompok karena kedapatan membawa golok dalam berbagai ukuran. Tidak jelas apa penyebab peristiwa bentrokan tersebut.

Editor :
Tri Wahono