BOGOR, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor mengoptimalkan penyelidikan keberadaan warga negara asing yang berprofesi menjadi penjaja seks komersil di wilayah Kabupaten Bogor.
"Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Satuan Reskrim Polres Bogor melakukan lidik terhadap warga negara asing yang menjadi penjaja seks komersil," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Reskrim Polres) Bogor, AKP Imron Ermawan, di Bogor, Minggu (1/7/2012).
Imron menyebutkan, penyelidikan dilakukan di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, salah satunya kawasan Puncak, Cisarua yang cukup marak ditemukan warga negara asing.
Menurut Imron praktik prostitusi yang dilakukan warga negara asing tersebut sudah menyebar di sejumlah wilayah seperti Lido, Cijeruk, Ciawi, dan Puncak.
"Mereka umumnya menjadi pemain, muncikarinya biasanya orang kita (Indonesia-red)," kata Imron.
Keberadaan penjaja seks komersial asing ini sudah cukup dikenal di kalangan laki-laki hidung belang. Mereka biasa dipanggil "Mangribi".
Tarif wanita penjaja seks komersial asal luar negeri inipun cukup mahal, untuk dua jam mereka dibayar Rp 2,5 juta.
Berdasarkan hasil penyelidikan Satuan Reskrim Polres Bogor yang dilakukan beberapa waktu lalu berhasil menangkap dua orang wanita asal Maroko.
Mereka masing-masing berisial S (26) dan D (22). Keduanya mengaku sudah enam bulan bekerja sebagai penjaja seks di kawasan Puncak.
"Keduanya kita amankan dan sudah kita periksa. Mereka akan dilimpahkan ke Imigrasi Bogor untuk diproses lebih lanjut," kata Imron.
Imron menambahkan, selain menyelidiki keberadaan warga negara asing yang berprofesi sebagai penjaja seks, juga memburu muncikari yang telah menyuplai para wanita penghibur yang umumnya berasal dari Timur Tengah tersebut.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Bogor, Andika mengatakan, kedua wanita penjaja seks komersial tersebut akan diproses sesuai dengan Undang-Undang keimigrasian.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan imigran di kawasan Puncak. "Kita akan berkoordinasi dengan Dirjen Imigrasi untuk melakukan operasi pengawasan imigran di wilayah Bogor," katanya.
