Mengapa Calon Lain Sulit Tandingi Foke-Nara?
- Penulis :
- Fabian Januarius Kuwado
- Senin, 2 Juli 2012 | 04:59 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Enam pasang calon gubernur bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tahun ini.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis pasangan incumbent Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli sebagai pasangan yang memiliki kemungkinan memenangi pesta demokrasi lima tahunan warga Jakarta tersebut.
Dalam sub-survei tersebut dijelaskan juga tiga alasan mengapa calon sulit menandingi pasangan dengan nomor urut 1 itu, yaitu calon kurang dikenal, tingkat kesukaan calon minim, dan masyarakat Jakarta masih sentimen terhadap latar belakang calon.
Hal tersebut diungkapkan Arman Salam di kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (1/7/2012).
"Pertanyaan yang diajukan ke responden adalah, saya akan bacakan nama-nama di bawah ini, apakah ibu/bapak pernah mendengar namanya. Pertanyaan tersebut pun ditanyakan pada tiga periode waktu berbeda, Maret 2012 dan Juni 2012," ujarnya.
Angka paling tinggi dialami pasangan Fauzi-Nara dengan 98,4 persen pada Maret 2012, 94,1 persen pada Mei 2012, dan 96,6 persen pada Juni 2012.
Pasangan Hidayat-Didik menempati urutan kedua dengan 67,8 persen pada Maret 2012 dan 68,3 persen pada Juni 2012.
Untuk pasangan Jokowi-Ahok menempati urutan ketiga dengan 60,9 persen pada Maret 2012 dan 71,8 persen pada Juni 2012.
Pasangan independen Faisal-Biem terlihat paling konstan, dengan 54,8 persen pada Maret 2012 dan 55,5 persen pada Juni 2012.
Pasangan Alex-Nono pun naik cukup signifikan dari Maret yang hanya 52,1 persen pada Juni 2012 menjadi 64,7 persen.
Sementara pasangan Hendardji masih di bawah 50 persen, baik pada Maret, Mei, dan Juni 2012.
Dari tingkat kesukaan calon, pasangan Foke-Nara pun masih paling tinggi dengan tingkat kesukaan 81,2 persen pada Juni 2012. Urutan kedua yang disukai responden adalah Hidayat-Didik dengan 66,8 persen.
Pasangan Jokowi-Ahok menempati urutan ketiga dengan 66,6 persen. Faisal-Biem menempati urutan keempat dengan 60,1 persen, Hendardji peringkat kelima dengan 56,2 persen, dan pasangan Alex-Nono menjadi pasangan dengan tingkat kesukaan terendah dengan 50,5 persen.
Dari poin ketiga tentang sentimen negatif publik, sebanyak 73,4 persen responden tidak bersedia dipimpin oleh cagub atau cawagub yang berasal dari non-Muslim. Sementara hanya 23,2 persen yang bersedia dan 3,4 persen yang menjawab tidak tahu.
"Begitu juga dengan pertanyaan apakah bapak/ibu bersedia dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur yang tidak bertempat tinggal di Jakarta. 43,2 persen menjawab tidak, 42,5 persen menjawab bersedia, dan 3 persen menjawab tidak tahu," lanjutnya.
Pilkada DKI 2012 - Berita