KOMPAS.com/ ALI SOBRI
Warga turut memadamkan kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk di jalan Jembatan Besi Raya, Jakarta Barat, Selasa (3/7/2012) pagi. Sekitar pukul 08.00 WIB, pemukiman warga di RW 06, tepatnya di belakang Kantor Kelurahan Jembatan Besi luluh lantak akibat kobaran api merah.
JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa kebakaran yang terjadi di Jalan Jembatan Besi Raya, Jakarta Barat, Selasa (3/7/2012) sejak pukul 08.15 WIB hingga pukul 13.00 WIB, menelan korban jiwa. Dalam peritiwa itu, seorang warga ditemukan meninggal dunia, sementara empat orang warga mengalami luka-luka. Saat ini korban meninggal sudah dievakuasi oleh petugas Palang Merah Indonesia.
"Tatang (21), warga RT 02 RW 07, diduga tetimpa atap rumah, (yang mengakibatkan) seluruh tubuhnya terbakar," ujar Kapolsektro Tambora Komisaris Polisi Donni Eka Putra, Selasa siang.
Mengenai jumlah rumah yang terbakar dan sumber api, Camat Tambora Isnawa Adji mengatakan, jumlah rumah yang terbakar sebanyak 87 rumah dari 200 kepala keluarga yang terdiri dari tiga RW dan tujuh RT. Isnawa mengatakan, api berasal dari rumah kontrakan Tono, warga RT 04/09, akibat korsleting listrik.
Kepala Operasional Dinas Pemadam Kebakaran DKI Sutarno mengatakan, petugas pemadam kebakaran sudah berhasil memadamkan api. Sebanyak 38 mobil pemadam dikerahkan. Delapan mobil pemadam dari Pemadam Kebakaran pusat, lima mobil dari Dinas Kebakaran DKI, sisanya dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat.
Selain ada korban jiwa, Sutarno memaparkan, terdapat empat orang luka-luka, di antaranya Unus (30) yang mengalami luka dalam. Warga RW 07 itu terjatuh saat membantu memadamkan api. Topik (36), warga RW 09, Jumari (26) dan Mulyadi (25) mengalami luka bakar dan lecet-lecet. "Semua korban luka saat ini sudah dibawa ke Puskesmas Tambora," kata Sutarno.

