Kamis, 5 Juli 2012

News

Foke : Pekerja Membutuhkan Imbalan yang Wajar

  • Penulis :
  • Galih Prasetyo
  • Kamis, 5 Juli 2012 | 09:47 WIB
Pencari kerja mengirim lamaran kerja menggunakan komputer tablet yang disediakan di stan PT Astra International pada kegiatan Career Days UGM XI di gedung Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Rabu (4/7/2012). Pemanfaatan piranti teknologi informasi untuk mempermudah proses perekrutan kian meluas di dunia kerja antara lain karena praktis dan dapat mempersingkat waktu penyortiran data pelamar. | KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

JAKARTA, KOMPAS.com - Job Fair 2012 di Mal Artha Gading, Jakarta Utara memasuki hari kedua. Acara itu digelar selma dua hari dari tanggal 4 Juli-5 Juli 2012. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, perlu terjalinnya hubungan yang harmonis antara pekerja dan pengusaha. Menurut Foke, pekerja membutuhkan imbalan yang wajar dari jasa, jerih payah hasil kerjanya. Sementara pengusaha demi keberlangsungan dan perkembangan usaha jelas memerlukan pekerja.

"Hubungan yang harmonis antara pekerja dan pengusaha perlu terjalin. Mereka saling membutuhkan," kata Fauzi Bowo yang akrab disapa Foke itu, di Mal Artha Gading, Jakarta Utara, Rabu (4/7/2012).

Foke menjelaskan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar bursa kerja ini dalam rangka mengurangi pengangguran. Bukan hanya itu, kesejahteraan pekerja juga mesti diperhatikan. Pada tahun 2012 Upah Minimum Provinsi (UMP) ditetapkan menjadi Rp.1.502.150 atau 102,09 persen melebihi Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang hanya sebesar Rp.1.497.836.

"Pekerja perlu imbalan yang wajar dari hasil kerjanya. Kesejahteraan untuk pekerja penting diperjuangkan. Ini adalah komitmen," kata Foke.

Apalagi dikabarkan pertumbuhan ekonomi di Jakarta terus membaik. Lima tahun terakhir tingkat pengangguran pun turun dari 12,57 persen di tahun 2007. Sementara pada tahun 2011 menjadi 10,72 persen.

Deded Sukandar, Kepala Disnakertrans DKI terkait Job Fair 2012 ini mengatakan, di Jakarta ada sekitar 34.000 perusahaan dengan 4,3 juta lebih tenaga kerja yang butuh perhatian serius. Dalam hal ini perlu hubungan yang baik di antara pemangku kepentingan, seperti pekerja, pengusaha dan juga pemerintah.

Menurut Deded, lapangan kerja belum sepenuhnya diisi dengan tenaga kerja. Selain itu ia juga menyakini pemenuhan lapangan kerja bisa membantu mengatasi masalah kemiskinan. "Penciptaan lapangan kerja bisa membantu mengurangi kemiskinan. Tetapi para pencari kerja belum sepenuhnya mengisi lowongan yang tersedia karena tidak semua memenuhi persyaratan yang ditetapkan perusahaan. Karena itu, kami selalu berusaha meningkatkan keterampilan para pencari kerja lewat pusat pelatian kerja," tutur Deded, Rabu (4/7/2012).

Menurut Deded, Disnakertrans DKI  punya tujuh pusat pelatiahan kerja yang menyediakan 30 spesialisasi. Pada tahun 2011 saja, kata Deded pesertanya mencapai 6.500 peserta. Setiap tahun jumlah peserta meningkat.

Editor : Hertanto Soebijoto