KOMPAS.COM/ROBERTUS BELARMINUS
Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, sedang berjalan sambil menyalami warga saat menuju lokasi tenda kampanye di Kampung Pulo Nangka Barat II, RT 04 RW 16, kelurahan kayu putih, Jakarta Timur, Kamis (5/7/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com — Joko Widodo terhitung calon gubernur DKI Jakarta yang paling dinantikan kedatangannya oleh warga. Alasannya, kehadirannya selalu menghadirkan simpati. Namun, tak kurang kekesalan warga selalu terungkap saat menantikan kehadirannya dalam ketidakpastian.
"Ini kayak di Petogogan (Kebayoran Baru) kemarin. Sudah ditunggu dua-tiga jam, enggak muncul-muncul," kata seorang wanita berbaju kotak-kotak dengan pin "I Love Jokowi" di dada kanan, saat menunggu kedatangan Jokowi di Jalan Damai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/7/2012).
Jokowi memiliki gaya tersendiri saat berkampanye. Bila mengunjungi warga, dia selalu menunjukkan sikap simpatik dengan menjabat tangan, bahkan merangkul warga dengan penuh kehangatan. Tak jarang pula, dia terlibat dialog akrab dengan warga.
Hal yang sama terjadi bila pertemuan diadakan di ruang pertemuan atau aula. Jokowi selalu berusaha untuk menyalami semua hadirin. Hangat, simpatik, dan kebapakan, itulah Jokowi saat hadir di tengah warga. Namun, apakah gaya tersebut cukup efektif dalam berkampanye? Pertanyaan ini layak dijawab oleh Jokowi dan tim suksesnya.
Beberapa pengalaman telah menunjukkan antiklimaks dari sambutan warga. Pasalnya, gaya simpatik Jokowi tersebut sangat memakan waktu. Menyalami warga satu per satu, menyapa hangat warga yang berada di kediaman masing-masing membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Sementara itu, jadwal kampanye telah diatur ketat, masing-masing lokasi selama 1-2 jam. Akibatnya sangat jelas, berkali-kali dan di banyak lokasi, warga yang hendak menunggu kedatangan calon gubernur bernomor urut 3 itu harus menanti dalam ketidakpastian.
Hari ini, bukan hanya warga Kelurahan Pela Mampang yang menggerutu molornya jadwal Jokowi, warga Jalan Damai yang sebagian besar berbaju kotak-kotak pun dibikin kesal karena penantian di dekat tempat penampungan sampah harus berlangsung berjam-jam.
Jadwal yang dikeluarkan tim sukses Jokowi menunjukkan Jokowi akan tiba di tempat penampungan sampah Jalan Damai pada pukul 10.30 WIB. Namun, hingga pukul 13.50 WIB, sosok pria kurus berpenampilan bersahaja itu belum terlihat.
"Ini belum seberapa. Kalau di Jagakarsa malah dibatalkan sama sekali karena sudah enggak ada waktu," kata seorang pria berpakaian merah khas PDI-P di lokasi yang sama. Bisa dibayangkan kekecewaan warga yang telah menanti berjam-jam lantas acaranya dibatalkan.
