TRIBUNNEWS/HERUDIN
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Nachrowi Ramli (tengah), berorasi di depan simpatisannya saat kampanye di gelanggang olahraga Pulogadung Jakarta Timur, Kamis (5/7/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi isu politik uang, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Nachrowi Ramli mengungkapkan akan menyiapkan satgas antipolitik uang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012. Ia mengajak warga Jakarta untuk ikut bergabung menjadi satgas yang mengawal agar Pilkada DKI bersih dan bebas dari politik uang.
"Kami tidak akan melakukan politik uang dan saya yakin, pendukung nomor satu tidak mengharapkan politik uang," kata Nara, sapaan akrab Nachrowi Ramli, di Jakarta, Jumat (6/7/2012).
Ia menjelaskan, untuk satgas antipolitik uang ini akan diturunkan sekitar 30.000 orang yang tersebar di enam wilayah Jakarta. Mengingat pada hari pemungutan suara biasanya aksi politik uang ini gencar terjadi.
"Nanti akan disebar ke seluruh RW di Jakarta. Satgas ini akan dipimpin oleh Ongen Sangaji," ungkap Nara. "Ini penting. Jadi warga yang menjadi satgas ini bisa melaporkan jika ada calon yang melakukan politik uang," katanya.
Nachrowi mengaku gerah dengan tudingan pihak lain yang menuding bahwa dirinya dan Fauzi Bowo kerap melakukan politik uang demi tercapainya Pilkada DKI Jakarta 2012 hanya satu putaran. Mengingat banyak yang memperkirakan Pilkada DKI Jakarta tidak mungkin berjalan hanya satu putaran dengan enam calon.
"Banyak orang yang memfitnah pasangan nomor urut satu karena kalau satu putaran berarti main uang. Itu bohong," kata Nachrowi Ramli.
