KOMPAS.COM/Robertus Belarminus
Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), berkampanye di Kampung Pulo Nangka Barat II, RT 04 RW 16, Kelurahan kayu putih, Jakarta Timur, Kamis (5/7/2012). Di belakangnya tampak tempat penampungan sampah. Jokowi mengatakan memilih tempat seperti ini, untuk lebih mengetahui kondisi masyarakat.
JAKARTA, KOMPAS.com - Joko Widodo meminta penyelenggara Pilkada DKI Jakarta 2012 mengawasi yang lebih ketat atas pelaksanaan teknis di lapangan mulai dari penyaluran logistik hingga proses perhitungan suara.
Calon gubernur bernomor urut 3 itu berharap, seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. "Memang ini teknis, tapi jangan sampai keluar dari aturan. Jangan ada yang bermain-main dan melakukan kecurangan. Saya harap pelaksanaannya murni, jangan permainkan masyarakat," tegas Jokowi seusai menemui warga di Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/7/2012).
Jokowi meminta secara khusus perhatian dua lembaga terkait, yaitu KPU DKI Jakarta dan Panwaslu DKI Jakarta. Kedua lembaga tersebut diharapkan dapat menunjukkan independensi dan tidak berpihak pada calon tertentu. Ia bahkan menilai perlu wadah independen untuk mengawasi kinerja KPU.
"Ya, namanya pelaksanaan di lapangan, perlu adanya auditor independen. Biar semuanya hati-hati," kata Jokowi.
Jokowi juga berharap setiap warga yang telah memiliki hak pilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada tanggal 11 Juli nanti. Namun, kehadiran warga untuk menggunakan hak pilih masing-masing dapat saja sia-sia seandainya tidak difasilitasi secara maksimal oleh penyelenggara ataupun pihak yang berkepentingan.
"Kalaupun ada instansi, perusahaan, dan jenis usaha apapun yang pada waktu pilkada nanti tidak libur, tetap harus memberikan kesempatan bagi karyawannya agar dapat menggunakan hak pilihnya masing-masing," harap Jokowi.
