TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 6, Alex Noerdin (kiri) dan Nono Sampono, berkampanye di halaman eks Gedung Bioskop Nusantara di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (25/6/2012). Pasangan yang diusung Partai Golkar tersebut bertekad menyelesaikan segala permasalahan Ibu Kota dalam waktu tiga tahun dengan jargon "Tiga Tahun Bisa", memiliki visi-misi menuju Jakarta layak huni, berkelanjutan, dan berkelas dunia.
JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Nono Sampono menilai, kampanye "Pilkada Satu Putaran" yang didengungkan salah satu pasangan calon mustahil terjadi. Menurut pasangan calon Gubernur Alex Noerdin ini, jika pilkada berlangsung satu putaran, pasti terjadi kecurangan.
"Apabila ada kandidat yang meyakini akan menang pada satu putaran. Kami menyakini di sana ada kecurangan," kata Nono, pada salah satu rangkaian kampanyenya, Jumat (6/7/2012), di Mantang II Blok L, Lagoa, Koja, Jakarta Utara.
Mustahilnya pilkada satu putaran, menurut Nono, karena pasangan yang bertarung terhitung banyak. Dalam Pilkada DKI 2012 ini, ada 6 pasangan calon yang maju.
"Kalau dilihat dari sudut pandang mana pun rasanya sulit. Tidak ada indikasi pilkada akan satu putaran" ujarnya.
Meski mengaku tak bermaksud menyindir pasangan tertentu, salah satu pasangan calon, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, selalu menyuarakan pilkada satu putaran. Nachrowi, misalnya, mengklaim bahwa dari 10 orang yang ditanya, 9 orang di antaranya menginginkan pilkada hanya satu putaran.
