JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2012 "meriah" dengan majunya enam pasangan calon yang akan memperebutkan kursi DKI-1. Wajah Jakarta pun tak kalah "meriah". Jakarta bak etalase yang dipenuhi gambar wajah para calon gubernur dan calon wakil gubernur.
Spanduk, pamflet, dan leaflet hampir memenuhi setiap ruang Ibu Kota yang dimanfaatkan sebagai ruang promosi. Wajah yang disajikan oleh para calon ini berbanding terbalik dengan janji yang diucapkan: mewujudkan Jakarta yang manusiawi dan bersih tertata. Kenyataannya, janji itu sudah diingkari sebelum direalisasi.
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta Ramdansyah mengatakan, pihaknya akan segera menertibkan dan membersihkan atribut tersebut dini hari nanti. Minggu (8/7/2012) besok, saat memasuki masa tenang, atribut-atribut kampanye tak boleh lagi ditemukan.
"Mulai tengah malam akan mulai dibersihkan dan ditertibkan atribut-atribut para cagub ini," kata Ramdansyah, di Jakarta, Sabtu (7/7/2012).
Sejak beberapa waktu lalu, Panwaslu DKI Jakarta bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah menertibkan atribut berupa spanduk, poster, dan baliho bergambar cagub. Namun, hanya dalam hitungan hari, atribut serupa muncul kembali.
Atribut berupa spanduk, poster, pamflet, dan baliho ini dipasang asal-asalan pada setiap titik. Ada yang dipasang di dinding pinggir jalan, di tiang listrik, di jembatan penyeberangan, dan yang paling memprihatinkan adalah di pohon-pohon peneduh jalan. Bahkan, baliho yang dipasang pun cukup berbahaya karena hanya menggunakan bambu yang mudah roboh.
Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Catharina Suryowati, menyayangkan aksi para cagub dalam mempromosikan dirinya. Apalagi hingga memaku poster mereka di pohon-pohon yang ada di Jakarta.
"Paku itu dapat merusak pohon dan membuat usianya berkurang. Akibatnya, jadi mudah tumbang atau patah," ujar Catharina.
"Seharusnya kalau mau menata kota ya jangan dengan merusak seperti ini," imbuhnya.
Warga Jakarta pun tampak gerah dengan banyaknya atribut yang bertebaran ini. Menurut warga, para penyelenggara harus tegas dalam menetapkan peraturan tentang lokasi yang boleh dan tidak untuk memasang atribut kampanye.
"Petugasnya kan banyak cabuti saja semuanya. Itu ganggu dan bikin kotor lho. Kalau perlu, cagubnya nanti suruh bersihin sendiri kalau udah selesai kampanye," ungkap Arva, salah seorang mahasiswa universitas swasta.
Sebelumnya sempat diberitakan, dari atribut-atribut itu, sebanyak 5.458 lembar di antaranya memuat gambar pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini dan merupakan jumlah terbanyak yang ditemukan dibandingkan atribut bergambar cagub dan cawagub lain.
Sementara itu, atribut bergambar pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono menjadi terbanyak kedua yang ditertibkan petugas, yaitu sebanyak 3.642. Pasangan nomor urut 1, yaitu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli berada di peringkat ketiga terbanyak, sedangkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama berada pada peringkat keempat dalam hal pelanggaran atribut ini sebanyak 749 atribut. Urutan paling bawah ada dua pasangan calon gubernur independen Faisal Basri-Biem Benyamin dengan 692 atribut dan Hendardji-Riza dengan 432 atribut.

