Rabu, 22 Oktober 2014

News / Megapolitan

Peramal: Foke Baik, tapi Mulai Pudar

Minggu, 8 Juli 2012 | 20:04 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Paranormal mulai memprediksi siapa calon gubernur dan wakil gubernur yang akan terpilih dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2012. Salah satunya adalah Miss Cleopatra.

Dalam penerawangannya, perempuan yang sudah 10 tahun berprofesi sebagai peramal ini memprediksi Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dalam dua putaran. Dua kandidat yang lolos ke putaran kedua, menurut Miss Cleo, adalah Fauzi Bowo dan seorang kandidat lain yang memiliki perawakan tinggi, kurus, dan kerap memakai kemeja bercorak. Namun, Miss Cleo belum berani memprediksi siapa di antara dua kandidat itu yang menjadi Gubernur DKI Jakarta selanjutnya.

"Saya belum berani memprediksi siapa di antara dua itu yang menang. Nanti kalau putaran pertama hasilnya sudah pasti, akan saya coba terawang lagi dan menyebutkan siapa yang menang," kata Miss Cleopatra kepada wartawan di sebuah restoran di Pancoran, Jakarta Selatan.

Kendati demikian, Miss Cleo bisa melihat peluang kepemimpinan seseorang. Saat ditanya peluang Foke akan memimpin kembali, Miss Cleo kemudian mulai sibuk dengan puluhan kartu tarotnya. Sambil berkomat-kamit, Miss Cleo kemudian mengambil beberapa kartu. "Rupanya di sini ada prediksi aura kepemimpinan Pak Fauzi Bowo mulai pudar, bahkan di kartu-kartu ini sudah tidak terlihat lagi," katanya.

Sosok Fauzi Bowo, lanjut Miss Cleo, sebenarnya adalah sosok pemimpin yang baik. Ia kemudian menunjukkan sebuah kartu sambil berucap, "Good work. Kartu good work, artinya dia baik dalam bekerja."

Miss Cleo mengungkapkan, setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk bersinar. "Tahun ini, aura Foke tidak ada," imbuh perempuan yang sedari umur 10 tahun mengaku bisa "membaca" masa depan ini.

Meski aura Foke kian meredup, tetapi dukungan terhadap mantan wakil gubernur di era Gubernur Sutiyoso itu tetap kuat. Menurut Miss Cleo, Foke akan bersaing ketat dengan pesaingnya. Untuk Pilkada kali ini, Miss Cleo menilai setiap kandidat beradu lewat praktik pencitraan melalui program-program yang ditawarkan. "Untuk upaya kecurangan, sedikit, lebih banyak ke arah menarik simpatik warga," paparnya.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Laksono Hari W