Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 23:40 WIB
Massa Pendukung John Kei Gaduh, Pasien Terganggu
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Senin, 9 Juli 2012 | 15:39 WIB
|
Share:
Massa Pendukung John Kei Gaduh, Pasien Terganggu Kompas.com/ Fabian Januarius Kuwado John Kei saat berada di ruang rawat tahanan Tembesu, RS Polri Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com — Aktivitas massa pendukung John Refra Kei di sekitar ruang rawat tahanan Tembesu, Rumah Sakit Polri Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur, membuat pasien di sekitarnya terganggu. Hal tersebut diungkapkan beberapa keluarga pasien yang berada tak jauh dari konsentrasi massa.

Semuanya takut, enggak mau keluar. Malahan kemarin sudah mau siap-siap keluar lari.

"Semuanya takut, enggak mau keluar. Malahan kemarin sudah mau siap-siap keluar lari, karena kan suaranya gede bener," ujar seorang keluarga pasien yang enggan menyebutkan namanya kepada Kompas.com, Senin (9/7/2012). Putrinya yang berumur 17 tahun masuk rumah sakit empat hari lalu karena menderita sakit jantung. Ia berharap kegaduhan tersebut cepat selesai sehingga perawatan anaknya dapat berjalan normal.

"Iya, soalnya semuanya terganggu," lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan Sri Utami (46). Putrinya yang masuk rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB karena menderita pusing mengeluhkan kegaduhan yang dibuat oleh massa tersebut. "Saya takut banget, sedikit-sedikit nengok keluar, takut ada apa-apa," ujarnya.

Kegaduhan tersebut dilakukan massa pendukung John Refra Kei sejak Jumat (6/7/2012) lalu. Konsentrasi massa berada tepat di sebelah ruang rawat rumah sakit. Mereka berteriak-teriak memaksa pihak kepolisian untuk membebaskan terdakwa kasus pembunuhan mantan bos Sanex Steel, Tan Hari Tantono alias Ayung, tersebut.

Berdasarkan pantauan, sebagian besar massa pendukung John Kei telah menarik diri. Sebelumnya sempat terjadi dorong-dorongan antara massa dengan anggota Brimob bersenjata lengkap. Bahkan, salah seorang dari kubu John ada yang menendang pintu terali besi, tempat John dirawat. Meski demikian, masih ada sekitar 10 orang pendukung John Kei berada di sekitar ruang rawat Tembesu. Sementara anggota Brimob masih tampak berjaga-jaga di samping dan pintu masuk ruang rawat.

Editor :
Heru Margianto