KOMPAS/AGUS SUSANTO
Inilah para calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI peserta Pilkada 2012.
JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil Pilkada DKI Jakarta yang memungkinkan calon gubernur dan wagub dari luar Jakarta menunjukkan bahwa warga Jakarta sangat pluralis. Ini sekaligus membantah isu sektarian yang kerap mengancam Jakarta.
"Hasil pilkada ini menunjukkan peta politik di Jakarta sangat cair," kata Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow, menanggapi hasil Pilkada DKI, Rabu (11/7/2012) kemarin.
Dalam survei-survei, lanjutnya, ditunjukkan bahwa angka masyarakat yang belum menentukan pilihan selalu tinggi. Pemilih yang belum menentukan pilihan ini yang mengubah kenyataan bahwa Fauzi Bowo selalu unggul di survei, tetapi tergeser Jokowi dalam pilkada dengan selisih sekitar 10 persen.
Hasil pilkada ini juga menunjukkan bahwa masyarakat DKI sangat pluralis. Pilihan tidak didasarkan pada isu yang sektarian, tetapi lebih pada kapasitas figur.
Padahal, selama ini isu toleransi kerap dianggap masalah berat di DKI. Ketokohan figur juga lebih efektif memengaruhi pemilih kendati politik uang terjadi. Bahkan, partai terlihat tidak begitu menentukan.
Di sisi lain, dari partisipasi masyarakat yang diperkirakan berkisar 65 persen, Jeirry mengatakan, masyarakat harus diapresiasi. Setidaknya, partisipasi masyarakat DKI tidak turun dari pemilu dan pilkada lalu.
