JAKARTA, KOMPAS.com — Sejarawan Betawi, JJ Rizal, mengungkapkan, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, terlena dengan hasil survei. Padahal, yang menentukan kemenangan adalah pemilih kelas tertentu di Jakarta.
"Mungkin mereka terlalu percaya pada lembaga survei yang hasilnya Foke-Nara menang mutlak, padahal kan banyak kelas di masyarakat Jakarta sendiri," ujarnya dalam diskusi Polemik di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2012).
Rizal melanjutkan, dalam pilkada tanggal 11 Juli 2012 lalu terjadi fenomena yang biasa terjadi di mana banyak masyarakat kelas menengah ke atas tidak menggunakan hak pilihnya dan menggantinya dengan berlibur. Sementara banyak masyarakat kelas bawah masih ada yang bekerja.
"Kelas bawah masih ada yang masuk kerja, sisanya liburan, coba cek ke Ragunan dan Taman Mini. Ini fenomena yang unik," lanjutnya.
Menanggapi hal itu, calon wakil gubernur nomor urut satu, Nachrowi Ramli, membantah hal tersebut. Prediksi lembaga survei yang menempatkan dirinya dengan Fauzi Bowo pada urutan kedua di bawah Jokowi-Ahok lebih dianggap terjadi karena dinamisasi di masyarakat.
"Kalau saya melihat, needs masyarakat dinamis, kami-kami ini dinamisnya seperti apa. Misalnya warga Betawi, mereka bingung ada enam jagoan, akhirnya suaranya pecah juga," ujarnya.
Acara diskusi tersebut hingga kini masih berlangsung. Selain Nachrowi dan JJ Rizal, turut hadir pula Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, peneliti Indobarometer M Qodari, dan Ketua Kelompok Kerja Sosialisasi Kampanye KPU Provinsi DKI Sumarno.

