Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 19 Mei 2013 | 21:50 WIB
Nara Bantah Mesin Partai Tak Bekerja
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Sabtu, 14 Juli 2012 | 12:20 WIB
|
Share:
Nara Bantah Mesin Partai Tak Bekerja TRIBUNNEWS/HERUDIN Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Nachrowi Ramli (tengah), berorasi di depan simpatisannya saat kampanye di gelanggang olahraga Pulogadung Jakarta Timur, Kamis (5/7/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Nachrowi Ramli, menegaskan, mesin partainya bekerja maksimal dalam pilkada putaran pertama. Hitung cepat lembaga survei yang menempatkan dirinya di posisi dua disebabkan oleh perubahan yang terjadi di masyarakat.

"Enggak, semua elemen bekerja, kita sudah punya tolok ukurnya. Ada perubahan di lapangan, di masyarakat berubah, mungkin salah satu faktor yang mempengaruhi," ujarnya seusai diskusi Polemik di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2012).

Ia melanjutkan, pihaknya telah melakukan perencanaan ulang atau evaluasi terhadap kerja struktur organisasi jika Pilkada DKI tahun ini memasuki putaran kedua. Ada dua hal yang menjadi evaluasi tim, yaitu faktor internal dan eksternal. "Internal mulai dari struktur organisasi, manusia yang mengawaki, struktur politik. Kalau evaluasi eksternal, ya, tadi, kenapa banyak golput. Itu akan dikomunikasikan dengan LSM dan sebagainya," ujarnya.

Seperti diberitakan, berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan nomor urut tiga, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, unggul dalam perolehan suara disusul Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di urutan kedua.

Keunggulan pasangan Jokowi-Basuki mengejutkan karena dalam sejumlah survei yang dilakukan sebelum pemilihan, pasangan Fauzi-Nachrowi selalu unggul dalam perolehan suara.

Berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, karena tidak ada yang memperoleh suara 50 persen plus satu, pilkada dilanjutkan dengan putaran kedua antara Jokowi-Basuki dan Fauzi-Nachrowi.

Editor :
Erlangga Djumena