Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Mei 2013 | 12:35 WIB
Putaran Kedua, Foke-Nara Sasar Partai Koalisi
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Sabtu, 14 Juli 2012 | 12:41 WIB
|
Share:
Putaran Kedua, Foke-Nara Sasar Partai Koalisi KOMPAS/LASTI KURNIA Cagub DKI Jakarta pasangan nomor 1 yaitu Fauzi Bowo (Foke) (kiri), dan cawagub Nachrowi Ramli (kanan), bersama para pendukung dan simpatisan, menggelar konferensi pers di kantor Pemenangan Foke-Nara Center, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012). Foke menyatakan perjuangan belum berakhir dan siap memasuki puatan kedua Pilkada DKI.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta telah selesai dilaksanakan. Hitung cepat lembaga survei, pasangan Jokowi-Ahok diprediksi meraih suara terbanyak disusul pasangan Foke-Nara di urutan kedua. Jika tepat, Pilkada DKI dipastikan memasuki putaran kedua.

Menanggapi hal tersebut, calon wakil gubernur DKI Jakarta, Nachrowi Ramli, mengatakan, pihaknya telah memprediksinya. Pria yang mendampingi calon gubernur DKI, Fauzi Bowo, tersebut akan melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Golongan Karya (Golkar).

"Iya, semuanya akan dikomunikasikan. Yang jelas sudah dengan PKS, Golkar. Tanggapannya, ya, semua sedang dalam proses," ujarnya seusai acara diskusi Polemik Sindo Radio yang diselenggarakan di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2012).

Ketua DPD Partai Demokrat itu berharap sejumlah partai tersebut menyambut baik tawaran koalisi pada pilkada putaran kedua. Namun, ia mengaku tidak ingin berandai-andai tentang kemungkinan koalisi. Ia hanya bisa menunggu keputusan tersebut dari petinggi partai masing-masing.

"Kita tidak mau berandai-andai. Berharap, sih, iya. Kalau yang golput, ya, komunikasi dengan LSM, masyarakat, kita berkomunikasi terus," lanjutnya.

Sebelumnya, ia juga mengungkapkan bahwa koalisi dengan partai lain untuk menghadapi kemungkinan putaran kedua merupakan bagian dari evaluasi eksternal atas gagalnya satu putaran. Namun, ia menolak jika mesin partai yang kini tengah berkuasa di Indonesia tersebut tidak berjalan maksimal.

"Enggak. Semua elemen bekerja. Kita sudah punya tolok ukurnya, ada perubahan di lapangan, di masyarakat berubah, mungkin salah satu faktor yang mempengaruhi," ujarnya.

Editor :
Pepih Nugraha