Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 17:25 WIB
Putaran Kedua, Foke-Nara Siap dengan Citra Baru
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Sabtu, 14 Juli 2012 | 12:54 WIB
|
Share:
Putaran Kedua, Foke-Nara Siap dengan Citra Baru KOMPAS/LASTI KURNIA Cagub DKI Jakarta pasangan nomor 1 yaitu Fauzi Bowo (Foke) (kiri), dan cawagub Nachrowi Ramli (kanan), bersama para pendukung dan simpatisan, menggelar konferensi pers di kantor Pemenangan Foke-Nara Center, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012). Foke menyatakan perjuangan belum berakhir dan siap memasuki puatan kedua Pilkada DKI.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pola komunikasi pasangan cagub-cawagub, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, dipastikan mengalami perubahan jika Pilkada DKI Jakarta memasuki putaran kedua. Hal tersebut dilakukan untuk meraih simpati warga Jakarta demi kemenangan pasangan dengan nomor urut satu tersebut.

Hal itu diungkapkan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Nachrowi Ramli dalam diskusi Polemik yang diselenggarakan Sindo Radio di Warung Daun, Jl. Cikini Rayan Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2012). Ia mengaku akan ada perubahan senyum terhadap keduanya.

"Yang baik, yang berhasil, akan kami ikuti, tapi tidak menjiplak, kultur kami 'kan berbeda. Yang baik akan ditiru, untuk kebaikan. Kebaikan bukan buat kami, tapi untuk masyarakat Jakarta," ujarnya.

Ia mengibaratkan, pesta demokrasi lima tahunan warga Jakarta kali ini bagaikan medan perang. Putaran pertama yang diibarakan perang pertama sudah dilewati, kini memasuki perang kedua dimana pasangan tersebut tidak akan mendapati situasi yang sama.

"Semuanya akan dievaluasi, bukan diubah. Tapi disesuaikan dengan medan perang. Yang dulunya musuhnya lima sekarang satu, fokus," tegasnya.

Seperti diberitakan, berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan nomor urut tiga, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, unggul dalam perolehan suara disusul Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di urutan kedua.

Keunggulan pasangan Jokowi-Basuki mengejutkan karena dalam sejumlah survei yang dilakukan sebelum pemilihan, pasangan Fauzi-Nachrowi selalu unggul dalam perolehan suara.

Berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, karena tidak ada yang memperoleh suara 50 persen plus satu, maka pilkada dilanjutkan dengan putaran kedua antara Jokowi-Basuki dan Fauzi-Nachrowi.

Editor :
Pepih Nugraha