JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Indobarometer, M. Qodari memperkirakan, jika berlangsung dua putaran, Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta, akan berlangsung seru. Akan ada tarik menarik kepentingan di partai politik untuk mendukung pasangan yang maju dalam putaran kedua.
Menurut Qodari, paling tidak terdapat tiga partai yang memiliki peluang lebih besar merapat ke pasangan nomor urut satu satu, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, yaitu Golkar, PPP dan PKS. Namun, diperkirakan akan terjadi tarik menarik diantara internal masing-masing partai.
"Karena PPP pendukung Alex Nono. Golkar hampir pasti sudah dengar elit politiknya akan netral. Itu akan tarik menarik cukup kencang," ujar Qodari usai diskusi Polemik yang diselenggarakan Sindo Radio di Warung Daun, Jl. Cikini Rayan Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2012).
"Haji Lulung ketuanya dekat dengan Foke Nara, nah DPP-nya musuhan ama Foke terutama Djan Farid," lanjutnya.
Ia melanjutkan, tinggal PKS yang masih belum bisa diprediksi kemana arah dukungan dalam putaran kedua. Menurutnya, putaran kedua ini merupakan titik tolak partai berlambang bulan sabit dan padi tersebut untuk memperbaiki citra sebagai partai yang mengaku menghargai keberagaman.
"Tetapi kalau bicara pencitraan buat dia lebih buat Jokowi-Ahok. Karena dia akan dianggap wajah Islam garis keras yang identik menjadi lembut," lanjutnya.
