Sabtu, 26 Juli 2014

News /

TERMINAL

Pulogebang Masih Sepi Penumpang

Selasa, 17 Juli 2012 | 03:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Meski sudah diresmikan sejak 23 Juni lalu, Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, hingga kini masih sepi penumpang. Para sopir angkutan kota yang mangkal di terminal tersebut juga mengeluhkan sejumlah fasilitas yang belum lengkap.

Berdasarkan pantauan pada Senin (16/7), di lantai tiga terminal pemberangkatan angkutan dalam kota dipenuhi angkot T22 (Pulogadung-Rawa Kuning), T25 (Stasiun Cakung-Rawamangun), dan T29 (Pulogadung-Ujung Karawang). Terdapat pula bus transjakarta Koridor XI (Pulogebang-Kampung Melayu). Namun, penumpang yang naik ataupun turun di terminal tersebut, menurut para sopir, masih sepi.

”Belum ada penumpang. Kami masih mengandalkan mencari penumpang di jalan,” kata Sugito (50), salah satu sopir T29 yang mangkal di terminal.

Selain sepi penumpang, sopir juga mengeluhkan ketiadaan sejumlah fasilitas umum, seperti toilet, tempat sampah, warung makan, dan tempat ibadah.

”Kalau ada sampah, harus dikumpulkan sendiri dan dibawa untuk dibuang ke tempat lain,” kata Urip (56), sopir lain.

Sugito dan Urip berharap pembangunan fisik terminal yang saat ini masih berlangsung bisa cepat dirampungkan.

”Kami sangat berharap besar dari terminal ini kalau sudah berfungsi 100 persen,” kata Sugito.

Kondisi sepi penumpang juga dialami transjakarta. Dari keterangan salah satu petugas loket transjakarta di Terminal Pulogebang, Herdyansyah, jumlah penumpang masih minim.

”Paling banyak dalam sehari tercatat 19 penumpang pada tanggal 11 Juli lalu,” katanya.

Karena belum ada aliran listrik, operasi transjakarta di Terminal Pulogebang juga terbatas mulai pukul 05.00 hingga pukul 17.00 saja.

”Kalau dari halte kantor Wali Kota Jakarta Timur, operasional normal hingga pukul 23.00,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, Terminal Pulogebang masih dalam tahap pengenalan kepada masyarakat. ”Pembukaannya juga masih soft karena pembangunan baru 85 persen,” katanya.

Karena itu, angkutan umum yang beroperasi di terminal juga masih terbatas pada tiga trayek angkutan kota dan transjakarta. Pristono menambahkan, terminal pengganti Pulogadung itu bisa mulai beroperasi penuh awal Januari tahun depan. (ENG)


Editor :