Kamis, 24 April 2014

News / Megapolitan

Jadikan Jakarta Kota Layak Anak

Selasa, 17 Juli 2012 | 15:42 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam peringatan menuju Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli mendatang, Wahana Visi Indonesia mengadakan acara bertema "Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak" Selasa (17/7/2012) di pelataran Museum Fatahillah, Jakarta.

Peringatan ini merupakan upaya lembaga sosial tersebut untuk mengingatkan kembali semua pihak akan adanya gugus tugas Kota Layak Anak (KLA) yang dicetuskan oleh gubernur DKI. Di dalam acara ini, WVI mengajak beberapa pihak untuk berdialog bersama dalam acara bincang-bincang dengan tema "Kota Layak Anak".

Pihak yang diundang oleh WVI antara lain, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak dari BPMPKB Nurleli, konsultan Kota Layak Anak dari YKAI Hamid Pattilima, Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Kota Administrasi Jakarta Utara Ireni, perwakilan dari Wahana Visi Indonesia Charles Sinaga, perwakilan dari Forum Anak Cilincing Dimas, dan perwakilan dari Forum Anak DKI Cindy.

"Sederhananya, kota yang layak buat anak itu, bila mereka main di RT RW, mereka nyaman," kata konsultan Kota Layak Anak dari YKAI Hamid Pattilima. "Untuk menciptakan supaya mereka nyaman ada beberapa yang harus dilakukan. Harus komitmen dari orang dewasa," lanjutnya.

Pada dasarnya, KLA adalah kawasan yang aman bagi anak. Semua yang terkait di dalamnya mengikutsertakan anak dalam pengambilan keputusan, dan berorientasi pada kepentingan anak. Gerakan ini didorong dengan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak No. 11 Tahun 2011.

"Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak menunjuk DKI Jakarta sebagai pilot project Kota Layak Anak. Yang ditunjuk adalah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. KLA adalah sistem pembangunan kota atau kabupaten yang mengintegrasikan komitmen sumber daya pemerintah, masyarakat, dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak," kata Nurleli.

Upaya menjadikan Jakarta sebagai Kota Layak Anak telah dilakukan warga di Cilincing. Irene mengatakan sebagai salah satu daerah pilot sudah ada gerakan Cilincing Layak Anak dan Ramah Anak (CLARA). Di sana terdapat Pusat Konsultasi Keluarga yang disebut Parenting Skill, usaha untuk menjamin setiap anak yang lahir di daerah tersebut mendapatkan akte kelahiran, serta pengadaan bank sampah.


Penulis: Tabita Diela
Editor : Tri Wahono