Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Mei 2013 | 20:42 WIB
Ramadhan 2012
Tambora Antisipasi Kebakaran Saat Ramadhan
Penulis : Bima Setiyadi | Kamis, 19 Juli 2012 | 16:04 WIB
|
Share:
Tambora Antisipasi Kebakaran Saat Ramadhan KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Warga bergotong royong memadamkan api saat terjadi kebakaran rumah-rumah warga di RW 6,7,9 Kelurahan jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (3/7/2012). Selain menghanguskan rumah-rumah penduduk, kebakaran tersebut juga menewaskan satu warganya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari, kawasan permukiman padat penduduk Kecamatan Tambora, Jakarta Barat mengantisipasi adanya bentrokan antarormas, tawuran anak kecil, dan kebakaran. Hal tersebut dikatakan Camat Tambora, Isnawa Adji saat ditemui Kompas.com, Kamis (19/7/2012).

"Kami adakan tarawih keliling, buka puasa bareng, mendirikan posko-posko, dan razia petasan," katanya.

Isnawa Adji mengatakan, dalam bulan Ramadhan di permukiman padat penduduk biasanya ada saja kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Seperti halnya pada Ramadhan tahun lalu, saat memasak sahur ada kejadian, karena ditinggal tidur akhirnya terjadilah kebakaran. Belum lagi petasan yang percikan apinya mengenai benda-benda yang mudah terbakar.

"Anak-anak kecil tuh kadang juga sering tawuran ketika sedang tarawih," ujarnya.

Hingga saat ini, Kecamatan Tambora disebut-sebut merupakan kawasan terpadat di Jakarta, bahkan se-Asia Tenggara. Kawasan tersebut dihuni warga yang kebanyakan terdiri dari para pendatang dari berbagai daerah. Biasanya jelang mudik Lebaran di kawasan tersebut akan sepi tidak seperti biasanya. Kawasan ini juga merupakan salah satu kawasan paling rawan terjadi kebakaran. Oleh karenanya semua pihak, baik kepolisian, maupun ormas harus menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Mengenai bentrokan antarormas yang baru saja terjadi kemarin di wilayah Tambora, Isnawa Adji berharap tidak terjadi lagi di bulan Ramadhan. "Mereka harus mengamankan lingkungan dan saling menjaga toleransi," katanya.

Editor :
Hertanto Soebijoto