Putaran Kedua, Pendukung Faisal-Biem Pilih Siapa?
- Penulis :
- Fabian Januarius Kuwado
- Minggu, 22 Juli 2012 | 20:33 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 telah selesai dilaksanakan. Empat dari enam pasangan cagub dan cawagub gugur dalam putaran pertama, sementara pasangan Jokowi-Ahok dan Foke-Nara melaju ke putaran kedua. Suara pasangan yang kalah pun diperebutkan oleh keduanya.
Menanggapi hal tersebut, calon gubernur jalur independen Faisal Basri Batubara menegaskan, ia tidak akan mengalihkan suara pendukungnya ke salah satu pasangan yang maju dalam putaran kedua. Hal tersebut dianggap sesuai dengan prinsip keindependenan dalam tubuh pendukungnya.
"Kami tidak akan mengerahkan ke A atau B atau golput. Mereka independen, kalo dialih-alihkan itu logika partai. Kami tidak memperjualbelikan, kami tidak menawarkan," ujar Faisal kepada Kompas.com saat berbuka puasa bersama para pendukungnya di Gelanggang Olahraga Youth Center, Jakarta Timur, Minggu (22/7/2012).
Sebelum Pilgub DKI dimulai, sejumlah pengamat mengungkapkan, antara pemilih pasangan Jokowi-Ahok dan Faisal-Biem memiliki persamaan karakter. Menurut Faisal, jika pendukungnya memilih Jokowi dalam putaran kedua, ia mengembalikan hal itu ke hati nurani pemilihnya.
"Terserah, itu bukan rela atau tidak rela, ini diserahkan seluruhnya ke pendukung. Mereka juga punya hati nurani," lanjutnya.
Ekonom Universitas Indonesia ini maju dalam Pilgub DKI bersama tokoh Betawi, Biem T Benjamin. Pasangan nomor urut lima tersebut memilih jalur independen dalam merebut kursi DKI satu. Setelah rekapitulasi, penghitungan suara selesai, pasangan tersebut menempati urutan keempat dengan persentase dukungan 4,8 persen.
Pilkada DKI 2012 - Berita