Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 21 Mei 2013 | 02:14 WIB
Tim Jokowi-Ahok: Laporkan Kalau Ada Politik Uang
Penulis : Riana Afifah | Senin, 23 Juli 2012 | 12:56 WIB
|
Share:
Tim Jokowi-Ahok: Laporkan Kalau Ada Politik Uang KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Bersama pendukungnya, pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama saat menyaksikan hitung cepat hasil pilkada DKI Jakarta di markas mereka di Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012). Berdasarkan hasil hitungan cepat dari sejumlah lembaga, pasangan ini diprediksi memenangi putaran pertama Pilkada Gubernur DKI Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim sukses calon gubernur dan wakil gubernur Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama sempat beberapa kali dihantam isu tak sedap mengenai adanya praktik politik uang pada pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2012. Ketua tim sukses Jokowi-Ahok, Boy Sadikin, meminta warga untuk segera melaporkannya pada pihak berwajib.

"Kami minta warga atau siapa pun yang mengetahui adanya kemungkinan kejadian politik uang mengatasnamakan tim Jokowi-Ahok agar segera melapor kepada pihak yang berwajib," kata Boy, Senin (23/7/2012) di Jakarta.

Ia juga meminta agar pihak yang berwenang segera mengamankan oknum yang tertangkap tangan melakukan aksi praktik politik uang dan segera memproses sesuai hukum yang berlaku. Boy mengimbau kepada warga Jakarta agar tidak terhasut oleh oknum berbaju kotak-kotak yang menjanjikan atau memberi iming-iming uang dan sembako.

"Kami tim kampanye Jokowi-Basuki tidak memiliki kemampuan membagikan uang kepada siapa pun. Kami melarang untuk melakukan kegiatan yang melanggar kampanye. Kami juga membentuk Satgas Anti Money Politik dan Anti Kecurangan untuk mengawasi jika terjadi politik uang pada pilkada kali ini," kata Boy.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim sukses Jokowi-Ahok diadukan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta atas dugaan praktik politik uang di Kelurahan Pegangsaan saat hari pemungutan suara berlangsung. Namun, setelah ditelusuri, praktik politik uang itu tak terbukti.

Editor :
Laksono Hari W