Minggu, 26 Oktober 2014

News / Megapolitan

Jelang Ramadhan, Parsel Mulai Diminati Konsumen

Senin, 23 Juli 2012 | 21:34 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat bulan suci Ramadhan, kebutuhan parsel Idul Fitri melonjak. Banyak masyarakat berburu parsel sebagai bingkisan yang dikirim ke relasi atau kerabat. Peluang ini pun tak dilewatkan oleh para pedagang parsel. Tak heran, pada Ramadhan ini, banyak pedagang yang menjajakan keranjang parsel di ibukota.

Berbagai jenis parsel dengan tampilan menarik pun disuguhkan. Salah satu lokasi para pedagang menjajakan parsel maupun keranjangnya adalah di kawasan Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Pantauan Kompas.com di lokasi, terlihat banyak bingkisan parsel bernuansa Islami dijajakan.

Salah satu pedagang parsel, Djarkasih Damanik (38), mengatakan, dirinya semakin giat menjajakan parsel sejak menjelang Ramadhan. "Saat ini bulan Ramadhan, ya dibuat parsel yang bernuansa Islami. Tapi, kita juga ada parsel model lainnya. Ini tergantung permintaan pembeli, mau model yang seperti apa," ujar Djarkasih kepada Kompas.com, Senin (23/7/2012).

Di tokonya, Djarkasih menawarkan berbagai parsel berisi peralatan dapur. Riasan parsel Djarkasih didominasi warna hijau khas Ramadhan dan Idul Fitri. Menurutnya, calon pembeli juga dapat memesan desain tertentu sesuai keinginan.

"Biasanya permintaannya beda-beda. Tapi yang jelas, kita mendesain parsel dengan tujuan agar si penerima ingat sama pemberinya. Ada kesannya," terang Djarkasih.

Soal desain, Djarkasih mengaku dirinya kerap berdiskusi dengan calon pembeli. Isi dan desain disesuaikan dengan profil calon penerima parsel.

Menurut Djarkasih, omset penjualan parsel pada hari-hari raya, seperti Lebaran, Natalan, Imlek, atau Tahun Baru, terbilang sangat besar. Sayangnya, Djarkasih, yang telah menggeluti bisnis parsel selama sepuluh tahun, tak menyebut gamblang besaran omsetnya. Namun, sekedar gambaran, harga parsel yang dijualnya bervariasi, mulai Rp 300.000 hingga Rp 12.000.000.

Untuk Ramadhan tahun ini, Djarkasih memperkirakan, omset penjualannya bisa meningkat. Pasalnya, pelanggannya tak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga kota-kota lainnya, seperti Bogor, Lampung, Banten, dan lainnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai kebijakan Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang melarang pejabatnya menerima bingkisan parsel sebagai hadiah Lebaran, Djarkasih mengatakan, hal itu tidak mempengaruhi pendapatannya.

"Saya merasa tidak terpengaruh. Kebetulan, pelanggan saya bukan dari kalangan pemerintahan. Lagipula, kalau pemberian parsel dilarang, itu kan sama saja melarang silahturahim. Sebenarnya tergantung dari (niat) si pemberi, apa tujuan pemberian parsel. Misalnya, ada orang yang mau kasih bingkisan ke orang yang sakit, emang itu gratifikasi?" tandasnya.


Penulis: Robertus Belarminus
Editor : Hindra