Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 10:27 WIB
Ramadhan 2012
Personel Satpol PP Siap Tertibkan PMKS
Penulis : Kurnia Sari Aziza | Kamis, 26 Juli 2012 | 14:37 WIB
|
Share:
Personel Satpol PP Siap Tertibkan PMKS adri Satpol PP Kecamatan Menteng menggelar operasi penertiban PMKS terutama gelandangan dan pengemis. Anggota Satpol PP memindahkan barang-barang para gelandangan ke dalam truk.

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama bulan Ramadhan, salah satu trend yang terus menjadi tradisi adalah kemunculan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Terutama untuk PMKS di wilayah Jakarta yang semakin meningkat tajam. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta telah menyiapkan sebanyak 700 personel untuk menertibkan PMKS.

"Yang paling mencolok adalah keberadaan manusia gerobak yang muncul hanya saat puasa saja. Kami siagakan 700 orang untuk menertibkan PMKS," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Effendy Anas, di Jakarta, Kamis, (26/7/2012).

Ia menyebutkan, keberadaan PMKS di Ibu Kota DKI Jakarta telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum. Maka dari itu, pihaknya akan melakukan penertiban di lima wilayah kota di Ibu Kota, khususnya di titik-titik rawan PMKS.

Titik-titik rawan PMKS itu, antara lain, perempatan Matraman, perempatan Pramuka, kawasan Kelapa Gading, perempatan Cempaka Putih atau Coca-cola, Tamini Square, Fatmawati, dan perempatan Kuningan atau Mampang Prapatan. Namun, pria yang akrab disapa Efan ini menuturkan pada minggu pertama bulan Ramadhan, pihaknya belum melakukan penyisiran titik rawan PMKS.

"Pihak kami belum menyisir titik-titik rawan PMKS di minggu pertama, melainkan hanya melakukan pendekatan persuasif," katanya.

Satpol PP baru akan melakukan penertiban PMKS pada minggu kedua bulan Ramadhan. "Sebelumnya, akan kami lakukan pendekatan persuasif. Selanjutnya penertiban baru akan dilakukan pada pekan kedua bulan Ramadhan. Jika masih membandel dan tetap berada di jalan maka akan kami tertibkan," kata Effendy.

Effendy juga mengatakan, pihaknya akan menggunakan jasa event organizer untuk mengkoordinir keberadaan PMKS. "Kami tidak hanya terfokus pada penghaluan di daerah perbatasan. Namun untuk meminimalkan keberadaan PMKS ini, kami justru akan mencari event organizer yang mengkoordinir. Kami cari EO-nya. Karena biasanya mereka terkoordinasi," ujarnya.

Dalam penertiban, kata Effendi, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Sosial DKI Jakarta. Semua PMKS yang terjaring langsung dimasukan ke dalam panti sosial yang telah disediakan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta. Segala bentuk PMKS seperti manusia gerobak, gelandangan, pengemis, serta anak jalanan tetap menjadi fokus penanganan.

Dalam melakukan razia minuman keras beralkohol dan razia pekerja seks komersial (PSK) telah dilakukan sebelum Ramadhan. Penertiban PSK dan minuman keras, kata Effendi, bekerjasama dengan pihak Kepolisian. Sedangkan untuk razia petasan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Polda Metro Jaya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Editor :
Hertanto Soebijoto