Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Mei 2013 | 03:30 WIB
Pencemaran
Limbah Pabrik Susu Bau, Warga Ciracas Demo
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Senin, 30 Juli 2012 | 10:19 WIB
Dibaca:
|
Share:
Limbah Pabrik Susu Bau, Warga Ciracas Demo KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Ratusan warga RT 009 RW 008, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (30/7/2012), menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Frisian Flag Indonesia, Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur. Warga protes atas bau limbah dari pabrik produsen susu dalam kemasan tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan warga RT 009 RW 008, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Frisian Flag Indonesia, Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur. Warga protes atas bau limbah dari pabrik produsen susu dalam kemasan tersebut.

Suhanto (35), salah seorang warga mengatakan, bau yang timbul dari pembuangan limbah di salah satu aliran kali dekat pemukimannya, sudah terjadi selama dua minggu terakhir. Pihaknya telah menyampaikan surat keberatan kepada pihak manajemen, namun belum ditanggapi.

"Warga komplain semua, di sana bau bangkai. Pabrik ini kan bukan di kawasan, tapi permukiman makanya kami protes, kenapa dibuang ke permukiman. Laporan sudah dua minggu ke pihak manajemen, belum ada tanggapan," ujarnya saat ditemui Kompas.com di lokasi aksi, Senin (30/7/2012).

Ia mengungkapkan, sebelumnya, peristiwa serupa pernah terjadi, namun peristiwa tersebut tidak berujung hingga aksi protes warga. Setelah pihak RT dan RW mengirim surat kepada pihak manajemen, pihak pabrik langsung menangani hal tersebut.

"Dulu pernah, tapi nggak selama ini. Coba, masa sampai dua minggu, kan kami mau sahur keganggu," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, aksi tersebut dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Warga yang kebanyakan terdiri dari ibu-ibu tersebut menghadang pintu masuk pabrik. Akibatnya, puluhan truk barang tidak bisa memasuki pabrik tersebut. Perwakilan RT, RW, tokoh masyarakat tengah melakukan negosiasi dengan pihak manajemen pabrik. Aksi tersebut tergolong tertib meski longgar penjagaan aparat. Aksi tersebut juga tidak mengganggu arus lalu lintas karena warga berunjuk rasa di jalanan pabrik yang sedikit menjorok ke dalam.

Editor :
Hertanto Soebijoto