Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Mei 2013 | 23:24 WIB
Foke: Etnis Tionghoa Juga Berhak Dapat Kartu Gakin
Penulis : Robertus Belarminus | Selasa, 31 Juli 2012 | 21:05 WIB
Dibaca:
|
Share:
Foke: Etnis Tionghoa Juga Berhak Dapat Kartu Gakin KOMPAS.com / ALI SOBRI Foke bersalaman dengan warga Jamaah Masjid Jami At-Taubah. Masjid di Jalan Harun Yahya RT. 008/ 07 Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang menjadi tempat Foke untuk membatalkan puasanya, Selasa (24/7/2012) petang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan, etnis Tionghoa yang berlatar belakang miskin di Jakarta juga berhak memperoleh kartu Gakin. Hal ini disampaikannya dalam kunjungannya di Masjid Jami' Ar-Rahmah, yang merupakan Masjid tertua di wilayah Ciracas, Jakarta Timur.

"Ada kemarin yang menyampaikan ke saya, 'apakah etnis Tionghoa yang miskin dapat kartu Gakin?' Saya bilang, 'saya jamin mereka juga dapat karena itu haknya sebagai warga miskin'," ujar Foke, sapaan akrabnya, kepada wartawan, Selasa (31/7/2012) malam, seusai buka bersama dengan warga sekitar.

Dalam konteks itu, Foke menegaskan kembali kekecewaannya mengenai beredarnya isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang kini tengah merebak jelang tahapan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

"Saya mengecam, dari pihak mana pun, apalagi di bulan suci Ramadhan ini, menggunakan isu-isu yang tidak sejalan dengan bulan Ramadhan ini. Ada pihak-pihak yang menggunakan isu SARA, ya fitnahlah, saya rasa itu tidak sesuai dengan bulan Ramadhan ini," kata Foke.

Dalam kegiatan di masjid tersebut, Foke juga menyempatkan diri menyampaikan kembali sosialisasi mengenai kartu Gakin kepada warga sekitar. Foke mengatakan, semua pihak dapat memiliki kartu Gakin tanpa pandang bulu.

"Tadi saya sudah berikan kartu Gakin kepada warga di sini secara simbolis dan sudah diterima dua perwakilannya. Saya tegaskan, kartu Gakin itu tidak memandang bulu, semua keluarga miskin di Jakarta berhak mendapatkannya," ujar Foke.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, isu SARA bermunculan menerpa pasangan calon gubernur yang ikut bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta sendiri tidak tinggal diam. Panwaslu kemudian membentuk gerakan stop kampanye SARA.

Editor :
Tri Wahono