PMKS Berkedok Penyapu Jalan Marak di Jakarta
- Penulis :
- Kurnia Sari Aziza
- Kamis, 2 Agustus 2012 | 15:39 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Kebersihan DKI Jakarta mengimbau warga Jakarta untuk tidak terkecoh dengan keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berkedok penyapu jalanan. PMKS yang menggunakan seragam Dinas Kebersihan selalu meminta sumbangan kepada para pengguna jalan.
"Hal seperti ini sudah terjadi bertahun-tahun dan telah mencoreng Dinas Kebersihan," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Baruna di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (2/8/2012).
Eko menjelaskan, PMKS berkedok penyapu jalan ini memang sudah ada yang mengatur dan selalu terjadi tiap tahunnya.
"Mereka sudah ada yang mengkoordinir. Jadi ada yang menyewakan rompi Dinas Kebersihan. Ini sudah terjadi bertahun-tahun," kata Eko.
Ia melanjutkan, pihaknya sampai saat ini belum menemukan petugas Dinas Kebersihan yang meminta sumbangan kepada warga. Hal ini berdasarkan pengecekan langsung dari PMKS yang tertangkap.
"Tidak ada petugas yang seperti itu. Mereka malah dirugikan citranya," jelas Eko.
Namun, apabila suatu hari nanti pihaknya menemukan ada penyapu jalan yang meminta sumbangan, Dinas Kebersihan DKI akan segera bertindak.
"Penyapu jalan yang berada di bawah Dinas Kebersihan DKI Jakarta telah mendapatkan honor, sehingga tidak mungkin mereka meminta kepada pengendara di jalan. Jika ada penyapu jalan yang bertindak seperti itu, sanksi terberat yang diberikan adalah pemecatan. Sebagian petugas adalah outsourcing," ucap Eko.
Eko menyebutkan, saat ini penyapu jalan di Jakarta berjumlah sekitar 6.000 petugas. Petugas yang berada di bawah Dinas Kebersihan kurang lebih berjumlah 3.000 petugas, sementara sisanya di bawah pihak swasta.
Setiap memasuki bulan suci Ramadhan, ribuan PMKS memang selalu menyerbu Jakarta. Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta Prayitno mengungkapkan, pihaknya memantau tujuh titik lokasi rawan PMKS di Jakarta. Penertiban ini bekerjasama dengan Satpol PP DKI Jakarta dan pihak kepolisian.
Tujuh titik yang dijaga Dinsos saat bulan Ramadhan ini adalah perempatan Matraman, perempatan Pramuka, perempatan Coca-cola Cempaka Putih, perempatan Kelapa Gading, perempatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Fatmawati, serta perempatan Mampang Kuningan.