Sabtu, 29 November 2014

News / Megapolitan

Jakarta 1

Nara : Apa yang Dimaksud Rhoma Sudah Jelas

Sabtu, 4 Agustus 2012 | 20:44 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil Gubernur DKI Jakarta Nacrhowi Ramli atau yang akrab disapa Nara mengatakan, dirinya menolak kampanye dengan mengangkat isu suku, agama, dan ras atau SARA. Ia mengatakan kepada masyarakat agar dapat membedakan bentuk kampanye SARA dengan menjalankan akidah agama.

"SARA nggak boleh. Tapi kalau seseorang beribadah sesuai dengan ajarannya itu wajib hukumnya. Jadi tolong bedakan SARA dengan melaksanakan ibadah sesuai ajaran agamanya," ujarnya sebelum buka puasa bersama di rumah Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf di JAlAN Batu Sari I, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (4/8/2012).

Terkait ceramah pedangdut legendaris H Rhoma Irama, secara pribadi Nara telah melihat rekaman video tersebut. Meski demikian, ia tidak mengatakan, apakah video yang dikecam banyak pihak tersebut tergolong SARA atau bagian dari akidah.

"Jadi saya pikir jelas kan apa yang dimaksud H Rhoma Irama. Sebab antara akidah dan SARA tadi kan berbeda. Nanti bisa dilihat ada maksud apa di sana," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyanyi dangdut Rhoma Irama memberikan ceramah di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Minggu (29/7/2012). Saat itu ia datang mendampingi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dalam kegiatan Safari Ramadan-nya. Dalam ceramahnya, selain membenarkan kampanye SARA, Rhoma juga mengajak jemaah masjid untuk memilih calon pemimpin yang seiman.

Dalam kesempatan tersebut, Rhoma juga memaparkan mengenai Jakarta jangan menjadi seperti Singapura-nya Indonesia pada 1972, yang saat itu dikuasai oleh Lee Kuan Yew, yang berasal dari etnis tertentu.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Hertanto Soebijoto