Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 00:23 WIB
PILKADA DKI 2012
Foke Emosional, PKB Lontarkan Kritik
Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Minggu, 5 Agustus 2012 | 12:22 WIB
Dibaca:
|
Share:
Foke Emosional, PKB Lontarkan Kritik KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo saat menyerahkan secara simbolik Kartu Gratis Wajib Belajar 12 Tahun kepada siswa SMA di SMKN 13, Rawa Belong, Jakarta Barat, Rabu (1/8/2012). Dengan kartu ini, maka siswa dijamin memperoleh pendidikan gratis baik operasional sekolah maupun operasional pendidikan.

SURABAYA, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melontarkan kritik atas penampilan Fauzi Bowo saat berkampanye dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta berkampanye. Caranya menjawab sapaan warga serta cara dia menjawab pertanyaan warga juga tak luput dari kritik.

Karakter keras dan emosional dari petahana yang biasa disapa Foke di depan publik tersebut, dikhawatirkan bakal mengurangi simpati masyarakat.

Kritik tersebut, menurut Sekjen PKB Imam Nahrowi, sudah disampaikan PKB selaku salah satu partai pengusung Foke-Nahrowi Ramli kepada tim sukses sebagai salah satu poin evaluasi menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran II nanti.

''Pak Foke cenderung emosional di hadapan publik dalam menyikapi kritik, ini tidak baik dalam hal pencitraan,'' katanya, Minggu (5/8/2012) di Surabaya.

PKB menegaskan, akan tetap berkomitmen mendukung pasangan Foke-Nara dalam putaran kedua mendatang dengan berbagai alasan politik, diantaranya kesamaan visi dan misi dalam membangun Jakarta, dan PKB juga memiliki basis kultur yang hampir sama dengan yang dimiliki Foke.

Sementara itu, menyikapi isu yang menyebut bahwa Foke gagal memecahkan permasalahan macet di Jakarta, menurut Imam, pekerjaan itu juga tidak bisa dijamin oleh calon lain. ''Saya tidak menjamin calon lain yang menang juga dapat menangani macet di Jakarta,'' terangnya.

Dalam putaran pertama, pasangan Foke-Nara berhasil menduduki posisi kedua perolehan suara terbanyak dengan mengumpulkan 1.476.648 suara. Di posisi pertama dengan perolehan suara mencapai 1.847.157 diraih oleh pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Keduanya berhak maju dalam putaran II Pilkada DKI Jakarta pada September mendatang. 

Editor :
Glori K. Wadrianto