JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil riset Aliansi Jurnalis Independen Jakarta (AJI Jakarta) menunjukkan bahwa pasangan nomor urut satu, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, paling banyak diberitakan secara negatif.
Sebanyak 98 berita bernada negatif ditujukan kepada petahana. Perwakilan tim kampanye Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara), Giofedi Rauf, mengatakan, pihaknya sudah terbiasa dengan berita-berita di media yang menghantam pasangan Foke-Nara.
Untuk itu, mereka tidak terkejut dengan angka yang disajikan melalui hasil riset AJI Jakarta. "Foke sudah biasa "digebukin" di media. Yang penting kan sekarang tunjukkan yang terbaik. Angka yang dirilis AJI ini ada benarnya," kata Fedi, panggilan Giofedi, di Newseum Cafe, Jakarta, Minggu (5/8/2012).
Ia mengungkapkan, pihaknya lebih fokus pada program kerja yang akan diusung oleh pasangan Foke-Nara daripada pencitraan di media.
Menurutnya, masyarakat Indonesia mudah dipengaruhi dengan pencitraan seorang figur yang justru menjadi bumerang.
"Sudah pernah sekali kan kampanye dengan metode pencitraan media. Hasilnya sekarang banyak masyarakat yang kecewa. Kami tidak mau mengulang hal yang sama," ungkap Fedi.
Memang berita negatif tentang petahana Fauzi Bowo tidak berhenti mengalir. Baik dari kinerjanya sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, masalah APBD DKI Jakarta yang dinilai tidak transparan, hingga perilaku temperamental dan ucapannya sehari-hari.