Penerangan Kopassus
Menyusul sikapnya yang berani membantu perempuan yang akan dirampok dan diperkosa di angkutan kota beberapa waktu lalu, Serda Nicolas, hari ini, Senin (6/8/2012), memperoleh kenaikan pangkat istimewa dari Serda menjadi Sertu.
JAKARTA, KOMPAS.com — Serda Nicolas Sandi Harewan mendapat penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa atas keberaniannya menggagalkan aksi perampokan dan percobaan pemerkosaan yang hendak dilakukan seorang sopir angkot dan gerombolannya terhadap seorang perempuan penumpang angkot di Jakarta pada 23 Juli lalu. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menganugerahi penghargaan itu kepada Nicolas dalam sebuah acara di Markas Besar Angkatan Darat di Jalan Veteran 5, Juanda, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2012).
Serda Nicolas merupakan anggota Satgultor 81 Kopassus.
Selain Nicolas, ada seorang anggota TNI lagi, yaitu Pelda Melkior Nandi, yang juga mendapat penghargaan berupakan kenaikan pangkat luar biasa. Mereka berdua mengalami kenaikan pangkat satu tingkat. Nicolas Sandi menjadi sertu (sersan satu) dan Melkior Nandi dari serma (sersan mayor) menjadi pelda (pembantu letnan dua).
"Sertu Nicolas Sandi Harewan diberi penghargaan karena keberaniannya telah berhasil menggagalkan aksi perampokan dan percobaan pemerkosaan yang hendak dilakukan pengemudi mikrolet bersama kawan-kawannya pada 23 Juli 2012 lalu," kata Edhie Pramono dalam upacara penghargaan kenaikan pangkat luar biasa itu.
Sementara Pelda Melkior diberikan penghargaan karena berhasil menggagalkan aksi anarkistis massa yang mau membakar Polsek Lembor, Manggarai Barat, Flores, NTT, pada 26 Desember 2011. Pada peristiwa itu, Pelda Melkior masih berpangkat serma (sersan mayor).
Edhie Pramono berharap agar prestasi dua prajurit TNI AD ini bisa menular ke rekan-rekannya. Ia mengaku gerah karena sering mendengar cerita anggota TNI yang tidak disiplin. "Lama sudah kita tidak dengar ada prajurit yang berjasa melampaui tugasnya karena peduli terhadap lingkungannya. Selamat, jangan jadikan kenaikan pangkat ini jadi sombong," kata Edhie.