Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 21 Mei 2013 | 00:03 WIB
KONFLIK
Rohingya Bukan Soal Agama
Selasa, 7 Agustus 2012 | 02:41 WIB
Dibaca:
|
Share:

Jakarta, Kompas - Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Kerukunan Umat Beragama Slamet Effendy Yusuf menegaskan, konflik komunal dan pengungsian etnis Rohingya di Myanmar bukan konflik agama. Konflik di daerah itu merupakan persoalan etnis yang terakumulasi di bidang lain, seperti sosial dan kriminal.

”Kasus itu jangan sampai mengganggu kerukunan umat beragama di Indonesia. Kepada khususnya umat Islam dan Budha di Tanah Air harus tetap menjaga kerukunan hidup antarumat beragama serta persatuan dan kesatuan bangsa,” harap Slamet, Senin (6/8), di Jakarta.

Lebih aktif

Slamet berharap Pemerintah Indonesia lebih aktif membantu menyelesaikan persoalan etnis Rohingya. Pemerintah harus melakukan diplomasi yang bertenaga saat mendiskusikan kasus ini dengan Myanmar.

Suhadi Sendjaja dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia juga berharap, kasus Rohingya segera diselesaikan dan dampaknya tidak sampai Indonesia.

Akhir pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, Pemerintah Indonesia siap berdiplomasi dan melakukan upaya lain untuk membantu penyelesaian konflik komunal dan pengungsian etnis Rohingya di Myanmar. Indonesia berharap konflik diselesaikan secara bijak, adil, tepat, dan tuntas.

Pemerintah Indonesia, kata Yudhoyono, secara multilateral dan di tingkat regional aktif membahas permasalahan etnis Rohingya. Indonesia juga menerima pengungsi Rohingya. Saat ini tercatat ada 270 pencari suaka dan 124 pengungsi Rohingya di Indonesia (Kompas, 5/8).

Namun, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menilai, Pemerintah Indonesia belum menunjukkan sikap yang cukup jelas dan kelihatan dalam ikut menyelesaikan kasus yang sedang dihadapi etnis Rohingya. ”Sikap Indonesia perlu lebih terlihat,” harap Priyo. (NWO)

Editor :