Ramadhan, Jakarta Utara Diserbu 'Gembel'?
- Penulis :
- Galih Prasetyo
- Sabtu, 11 Agustus 2012 | 06:06 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kota memang tidak selalu menunjukkan gemerlap kemajuan. Di sisi lain, mudah sekali ditemukan masalah sosial yang melingkupinya, yaitu kemiskinan. Dalam bahasa yang lebih "terhormat" bisa disebut juga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
Terlebih di bulan Ramadhan, bermunculanlah PMKS dadakan. Kota seperti Jakarta kerap diserbu, anak jalanan, pengemis dan orang dengan gangguan jiwa berhamburan di Jakarta.
Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Utara yang ditangani Suku Dinas Sosial dan Satpol PP, selama 21 hari ini sepanjang Ramadhan berlangsung, berhasil menjaring sejumlah 57 PMKS. Operasi ini akan ditingkatkan hingga H-1 sebelum lebaran.
"Operasi ini ditujukan menjaring PMKS, serta sebagai langkah upaya antisipasi mengatasi serbuan pengemis musiman," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Ika Lestari Aji, di Jakarta Utara, Jumat (10/8/2012).
Adapun lokasi yang diketahui, tempat kumpul PMKS, yaitu di bilangan Terminal Tanjung Priok, Perempatan Coca-Cola, Taman-Taman dan di wilayah Penjaringan.
Menurut Ika, PMKS yang berhasil ditangkap, akan dibina di panti-panti sosial di Cipayung, Kedoya ataupun Cengkareng. Sementara yang berasal dari luar daerah kemungkinan akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing.
Menurut Israk, para PMKS memanfaatkan peluang Ramadhan. Sebab tak sedikit orang yang berkeyakinan beramal di bulan suci ini, pahala akan dilipat gandakan.
Kendati demikian, Israk membatah kawasan Jakarta Utara menjadi sasaran tujuan PMKS. Kecuali, di daerah Kelapa Gading dan Pluit. "Meski Jakarta Utara, (kecuali Kelapa Gading dan Pluit) terbilang kawasan miskin. Tetapi bukan daerah yang banyak didatangi PMKS," kata Israk.