Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Mei 2013 | 10:00 WIB
Ahok: Pejuang Tak Diperhatikan, Tak Ada Keadilan Sosial
Penulis : Kiki Budi Hartawan | Jumat, 17 Agustus 2012 | 16:14 WIB
Dibaca:
|
Share:
Ahok: Pejuang Tak Diperhatikan, Tak Ada Keadilan Sosial KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Veteran anggota Paguyuban Wehrkreis (Daerah Perlawanan) III Yogyakarta bersama personel TNI dan warga membersihkan lumut di sekitar prasasti Serangan Umum 1 Maret 1949 di Keben, kompleks Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Rabu (29/2/2012). Kegiatan tersebut merupakan bagian rangkaian acara peringatan ke-63 Serangan Umum 1 Maret 1949.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut Bung Karno, perjuangan dulu lebih mudah, karena mengusir penjajah. Akan tetapi, saat ini perjuangan kita akan lebih susah, karena melawan bangsa sendiri. "Hari ini yang terjadi adalah oknum-oknum yang menjajah kita dengan status quo-nya. Maka, tidak akan ada yang namanya keadilan sosial. Para pejuang veteran tidak diperhatikan. Hal ini berarti keadilan sosial tidak ada," ungkap Basuki Tjahaja Purnama, yang akrab disapa Ahok, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2012).

Menurutnya, cita-cita proklamasi baru bisa terwujud dengan adanya empat fondasi, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Apabila hal tersebut bisa terwujud, ini akan menjamin bahwa semua suku, agama, dan ras mempunyai kedudukan yang sama," papar calon wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurut Ahok, dirinya dan Joko Widodo atau Jokowi sengaja di pilih oleh Partai Gerinda dan PDI-P untuk mengubah Jakarta menjadi lebih baik. "Kita sengaja masuk ke Jakarta, dipilih oleh Partai Gerindra dan PDI Perjuangan, saya dan Pak Jokowi. Kalau ini bisa berhasil dengan mendapat kepercayaan dari masyarakat Jakarta, maka Jakarta baru dimulai tahun ini dan 2014 Indonesia baru akan dimulai, supaya sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya," jelasnya.

Ahok menjelaskan, bahwa hari ini banyak pejuang 45 tidak diperhatikan. Itu berarti bahwa amanat UUD 1945 yang seharusnya menjamin farkir miskin dan orang-orang terlantar tidak dijalankan. "Hal itu sangat jelas, apa lagi terhadap para pejuang veteran. Orang miskin atau yatim piatu yang tidak ada jasa saja kita harus pelihara, apa lagi veteran yang sudah mengorbankan darah dan nyawa untuk kita. Kalau mereka tidak mengorbankan semua itu, mungkin hari ini kita tidak ada," tandasnya.

Editor :
I Made Asdhiana