Saya Nangis Ingat Anak di Kampung...

  • Penulis :
  • Fabian Januarius Kuwado
  • Senin, 20 Agustus 2012 | 10:31 WIB
Amah saat ditemui kompas.com di lapak dagangnya, depan Polsek Jatinegara, Minggu (19/8/2012) siang. | KOMPAS.COM/FABIANUS JANUARIUS KUWADO

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Raya Idul Fitri kerap dijadikan momen bagi keluarga besar untuk berkumpul, saling berkomunikasi satu sama lain dan menjalin tali silaturahmi. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi pasangan suami istri Didi Carsidi (26) alias Aan dan istrinya, Amah (26).

Hati keduanya gundah di hari suka cita kali ini. Sang anak semata wayang, Inka Amarsha (3), berjarak ratusan kilometer dari sebuah warung rokok sederhana, tempat keduanya mencari nafkah sehari-hari di Jakarta.

"Anak di tempat nenek di Kuningan, Jawa Barat. Orang tadi pagi nangis sama suami ingat anak di kampung," ujar Amah saat ditemui kompas.com di lapak dagangnya, depan Polsek Jatinegara, Minggu (19/8/2012) siang.

Sepinya suasana Hari Raya Lebaran kali ini memang menjadi pengalaman pertama bagi kedua pasutri tersebut. Sejak menikah tahun 2008 silam dan berprofesi sebagai pedagang rokok, keduanya selalu mengisi suasana Hari Raya Idul Fitri  bersama puteri dan keluarga besarnya di kampung halaman.

Kondisi demikian memang telah menjadi tanggung jawab pasutri muda itu. Pasalnya, warung rokok yang dikelolanya merupakan hasil patungan orang tuanya dan pihak lain. Akibatnya, waktu untuk menjaga warung pun dibagi-bagi selang dua bulan sekali.

Setelah menunaikan Shalat Ied di masjid dekat lokasi berjualan, perasaan rindu semakin memuncak. Sambungan telepon pun menjadi satu-satunya perantara ia dan puterinya."Sudah nelpon berapa kali tadi, anaknya lagi main. Sebenarnya enggak khawatir sih sama anak, soalnya dia di sana dijagain neneknya, kitanya aja yang kangen," lanjutnya.

Meski demikian, Amah dan Aan menerima segala konsekuensi merantau di ibukota. Toh, menurutnya, seluruh uang yang didapat dari perjuangan di ibukota, tiada lain dan tiada bukan untuk masa depan si buah hati. Hanya saja, mereka memang harus bisa menahan sesak di hati, jauh dari anak.

 

Editor : Heru Margianto

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$quiz

Filename: views/read-article-alt2.php

Line Number: 253

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$view_quiz

Filename: views/read-article-alt2.php

Line Number: 256

Berita Terkait

Saya Nangis Ingat Anak di Kampung... - Kompas.com
Senin, 20 Agustus 2012

News

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(application/logs/komps_log.php) [function.fopen]: failed to open stream: Permission denied

Filename: libraries/kompas_lib.php

Line Number: 64

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fwrite(): supplied argument is not a valid stream resource

Filename: libraries/kompas_lib.php

Line Number: 66

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fclose(): supplied argument is not a valid stream resource

Filename: libraries/kompas_lib.php

Line Number: 67

[x] close