KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO
Tati (26) bersama saudaranya memilah-milah puing-puing rumah yang tersisa setelah kebakaran yang melanda ratusan rumah di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2012) siang.
JAKARTA, KOMPAS.com — Kebakaran hebat yang menimpa 150 bangunan di RT 02 RW 02, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, berbuntut tak menyenangkan. Sejumlah pihak yang mengatasnamakan perwakilan warga membuat keputusan bahwa area seluas 9.000 meter persegi tersebut tidak boleh dibangun kembali.
"Semalam kita kumpul-kumpul sama tokoh masyarakat sekitar dan membuat surat pernyataan, warga tidak boleh mendirikan bangunan lagi di lokasi kebakaran," ujar Ketua RW 02 Ahmad Sahil Hakim kepada Kompas.com di posko logistik untuk para pengungsi kebakaran, Rabu (22/8/2012) siang.
Perwakilan warga tersebut beralasan, warga yang tinggal di lokasi kebakaran tersebut memiliki kontribusi kecil terhadap lingkungan sekitar. Hal tersebut yang menyebabkan warga sekitar sepakat agar lokasi kebakaran tidak dibangun kembali.
Menurut Ahmad, ia sebagai pengurus RW tidak memiliki kepentingan apa pun dalam musyawarah tersebut. Ia hanya memfasilitasi proses keputusan tersebut. "Itu hanya aspirasi warga sekitar. Kami sebagai pengurus RW tidak punya kewenangan apa-apa," katanya.
Ratusan bangunan yang terdiri dari rumah kontrakan dan tempat pembuatan mebel itu ludes dilalap api, Selasa kemarin siang. Api diduga timbul akibat korsleting dan menyambar cairan kimia yang mudah terbakar di sebuah rumah yang ditinggal mudik pemiliknya.
Akibat kejadian itu, 140 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Kerugian mencapai miliaran rupiah. Sebagian besar penghuni kontrakan tengah pulang ke kampung halaman. Adapun sekitar 50 warga yang pada saat kejadian berada di lokasi masih menempati dua tenda pengungsian yang didirikan PMI. Berbagai jenis bantuan pun masih terus berdatangan.