Sabtu, 2 Agustus 2014

News / Megapolitan

Diduga Tertekan, Remaja Gantung Diri

Senin, 27 Agustus 2012 | 00:35 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Jajang Nurjaman (16) ditemukan gantung diri di depan kamar tidur di Prima Harapan Regensi Blok L6 Nomor 48, RT 1 RW 12, Harapan Baru, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jumat (24/8/2012) pukul 23.00.

Jajang gantung diri dengan tali tambang yang diikatkan pada teralis besi di depan kamar tidur yang ia tempati setahun terakhir. Rumah itu adalah milik STV (45) yang menikahi WRT (24), kakak kandung Jajang. STV (45) mengatakan, sebelum gantung diri Jajang sempat bertengkar dengan WRT pada Jumat malam.

Pertengkaran itu terjadi saat STV masih bekerja dan belum pulang. "Jajang sempat memukul istri dan anak saya," kata STV.

Pertengkaran muncul diduga akibat Jajang menggerutu saat diminta mencuci piring oleh WRT. Sang kakak meminta tolong karena sibuk mengurusi kedua anaknya yang masih balita dan bayi.

Di rumah itu juga ada SN, adinda, dan ibunda yang datang dari kampung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, terkait libur Lebaran. Karena terus menggerutu dan protes, Jajang ditegur oleh WRT. Jajang tidak menerima dan bertengkar dengan WRT.

Pertengkaran itu menarik perhatian anak sulung WRT. Jajang kemudian menempeleng keponakannya sehingga dibalas oleh WRT. Jajang juga memukul dan mendorong sang kakak sehingga tersungkur menabrak kulkas dan galon air minum. Padahal, perempuan itu ketika didorong sedang menggendong anak bayi.

"Pertengkaran dilerai oleh ibu," kata WRT. Setelah dilerai, Jajang Jajang naik ke kamar di lantai dua.

"Saya segera telepon suami supaya pulang karena khawatir Jajang nantinya kambuh marahnya," kata WRT. STV mengatakan, mendengar pengakuan istri menjadi bergegas pulang. Ia tiba di rumah pukul 22.00.

Namun, ia memilih tidak naik ke kamar Jajang untuk menegurnya demi menghindari pertengkaran lagi. STV kemudian membeli makanan dan menonton televisi. Saat menyalakan televisi, remote tidak ada dan diduga dibawa Jajang. Karena diduga dibawa Jajang, STV meminta istrinya untuk naik dan meminta remote dari Jajang.

"Saya kemudian dengar istri berteriak dan bilang Jajang gantung diri," kata STV. Ia pun naik dan menemukan Jajang bergantung dengan tali tambang pada teralis besi di depan kamar. Jajang tidak lagi bernyawa. Keluarga segera memberitahu satpam perumahan dan petugas Polsek Bekasi Utara.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk diotopsi sebelum disemayamkan dan dimakamkan di TPU Perwira, Bekasi Utara. Kasus itu sendiri telah diselidiki oleh Polsek Bekasi Utara. Petugas tidak menemukan tanda penganiayaan pada jenazah. Jajang diduga berniat bunuh diri karena tertekan akibat rasa bersalah. 


Penulis: Ambrosius Harto Manumoyoso
Editor : Robert Adhi Ksp